Atas Nama Redaksi AKLK

14 April 2011

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku elektronik ini. Bulek IPR, begitu sebutannya. Silakan simak pengeposan 14 Desember 2010–dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini–untuk keterangan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Kali ini memang ada satu komentar dari seorang pembaca. Tetapi Redaksi AKLK kembali menitip pesan berikut pada kamisebagai “penunggu” blog ini.

Bahwa komentar tersebut, seperti halnya komentar-komentar seorang pembaca pada pengeposan bulan lalu, dengan segala maaf, terpaksa tidak dimuat. Alasannya, pada dasarnya serupa tanggapan Redaksi AKLK atas komentar pembaca pengeposan  bulan lalu itu.

Bahkan komentar pembaca yang satu ini Redaksi AKLK terpaksa harus mengatakan lebih buruk lagi. Dalam arti, sama sekali tidak mengindikasikan bahwa yang bersangkutan selesai mengenyam perguruan tinggi. Dan lebih parahnya lagi, melontarkan makian pada yang lebih tua, pada yang patut dihormati, pada pemerintahan negeri—sesuatu yang di luar adat istiadat orang Ambon.

Redaksi AKLK malah menyayangkan, mengapa energi kemarahan, kegeraman yang besar itu salah alamat? Mengapa tidak dialamatkan, misalnya, pada Soeharto yang jelas-jelas memandulkan secara legal adat istiadat, masohi, orang Ambon itu?

Menjadikan, suka tidak suka, salah satu faktor utama kerusuhan berkepanjangan di Maluku memasuki abad ke-21! “Zaman Vlaming Jilid 2″, Redaksi AKLK  menyebutnya. Menjadikan rayat Kariu terusir dari Leamoni Kamasune 6 tahun lebih! Padahal negara tidak dalam keadaan perang. Kecuali sang junta militer pemandul adat orang Ambon itu baru saja lengser. Dunia pun, termasuk Indonesia, bersiap memasuki abad teknologi informasi yang canggih itu!

Pasalnya, setelah lebih satu dekade berlalu sejak “Zaman Vlaming jilid 2″ itu, mafhumlah kita kini sebagai orang Ambon (setidaknya Redaksi AKLK), bahwa zaman gelap itu ibarat “orang laeng pukul tifa lalu katong deng katong baku potong”.

Ini bukan urusan balas dendam nyong. Ini urusan jasmerah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah)–tajuk pidato kenegaraan Soekarno terakhir (17/8/66) itu; (klik) http://www.youtube.com/watch?v=TNFpZL8eNj8&feature=related.

Urusan meletakkan jiwa, raga, pemikiran, intelektualitas kita pada perjalanan sejarah bangsa ini. Urusan meninggalkan individualistis sempit lalu menyatu dengan kolektivitas luas memerjuangkan kembalinya bangsa ini pada dasar sejatinya Pancasila yang bersari pati masohi (gotong royong). Seperti pesan Om Nani, Johannes Latuharhary: Gubernur Maluku  Pertama, yang disitir pada iklan di bawah. Yang memilki greget, semangat, serupa Pak Yudi Latif, Pak Jakob Sumardjo, Pak Kiki Syahnakri–juga Buku-e IPR lansiran AKLK ini.

Sebagai penutup, Redaksi AKLK lewat kami, kembali berpesan yang masih sama persis, bahwa komentar atas buku elektronik Buku-e IPR ini tetap ditunggu. Dan berharap isi komentar adalah yang berangkat dari niat tulus “mendukung Pemerintah NAK tanpa reserve”; untuk, secara umum, tegaknya  sebuah pemerintah adat sejati di kawasan asalnya etnis Ambon, yang menempati sebagian besar areal Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Menuju Indonesia yang perkasa lantaran desa yang perkasa!

Kami sampaikan salam dari Redaksi AKLK,Begitu do (dolo, dulu)Selamat Membaca

Danke lai (Terima Kasih ya), Amatoo (Dah)

a/n Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY! *

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

https://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK
LEWAT

YUDI LATIF, Ph D

PENULIS BUKU  “NEGARA PARIPURNA: HISTORISITAS, RASIONILITAS DAN AKTUALITAS PANCASILA”  

DALAM  TULISANNYA 

 “KEMBALI KE PANCASILA” 

 http://psik-indonesia.org/home.php?page=fullnews&id=232 

MENGAPA?
PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)
MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN
PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI
YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU
LEWAT  TULISAN PAK YUDI LATIF DI ATAS & PEMIKIRAN 2 TOKOH  DI IKLAN INI SEBELUMNYA:
PAK JAKOB SUMARDJO & PAK KIKI SYAHNAKRI
YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA
SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisnya.” (AKLK 3-Wawasan LK)

SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA
SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN SEPERTI DI  ATAS
KETIKA MENYOROT
TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON
BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

 



Iklan

Atas Nama Redaksi AKLK

14 Maret 2011

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku elektronik ini. Buku-e IPR, sebutannya.

Silakan simak pengeposan 14 Desember 2010–dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini–untuk keterangan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Kali ini memang ada lebih dari satu komentar dari seorang pembaca. Tetapi Redaksi AKLK menitip pesan berikut pada kamisebagai “penunggu” blog ini.

Bahwa pertama-tama danke banya lai (terima kasih banyak) telah mengirim komentar.

Lamun dengan segala maaf, terpaksa tidak dimuat. Alasannya, komentar-komentar itu terkesan kuat, sambil lalu. Singkat sekaligus cair. Yang kental justru semangat “Os tau apa?”, Anda tahu apa? (Simak AKLK  16&18-Wawasan LK).

Arogansi zaman ABG (angkatan babe gue) tahun 1950-60-an ketika tak terbayangkan Ambon seperti sekarang. Tuan rumah penyelenggara perhelatan akbar internasional–Sail Banda 2010, festival jaz, temu ASEAN, misalnya. Berdirinya hotel-hotel berbintang, bertaburannya bank-bank swasta nasional, penerbangan regular lebih dari sekali dalam sehari Jakarta-Ambon pp, dan seterusnya.

Sementara pepatah, di atas langit masih ada langit, sudah menjadi salah satu motto orang-orang modern—versi Sosrokartono-nya Jakob Sumardjo dalam iklan Buku-e IPR di bawah ini—yang konon sedang memasuki pascamodern atawa postmodernism.

Sikap kurang rendah hati yang bila tidak cermat akan membuat kita orang Kariu, misalnya, berteriak lantang dan giat beraksi menyangkut isu lingkungan hidup sembari (tak sadar) membunuh sasi kita sendiri.

Sasi, seperti kita mafhumi bersama, adalah salah satu unsur kearifan lokal adat istiadat orang Ambon terkait lingkungan hidup, jauh sebelum dunia (mulai riil) terancam pemanasan global. Sehingga komentar pembaca yang satu ini pada hakikatnya  berseberangan—dalam pengertian negatif—dengan adat istiadat yang sedang ditegakkan oleh Pemerintah Negeri Adat Kariu (NAK).

Dengan begitu, musyawarah mufakat dalam konteks penghormatan kepada para leluhur, pada yang lebih tua, berujung integritas diri—sebagai manifestasi serta merta dari eleng (takzim) pada Dia—, yang sejatinya adalah milik kita, meminjam Kiki Syahnakri, telah tertransplantasi darah bukan Pancasila (baca: masohi—Red AKLK).

Maka kalau sudah begini, berharap energi, greget, semangat kakehan (simak AKLK 3-Wawasan LK) dari seorang anak muda terdidik Kariu dalam bahasan ini sebagai landasan sikap kritis terhadap demokrasi liberal yang membuat Leamoni Kamasune rata deng tana plus rakyatnya menjadi pengungsi 6 tahun lebih (!), jauh panggang dari apinya–untuk tidak mengatakan  energi itu nihil sama sekali.

Tetapi, Redaksi AKLK percaya selalu saja (akan) ada begitu banyak kaum muda terdidik Kariu lainnya yang menyadari betul pentingnya kearifan lokal.

Pentingnya adat istiadat (dalam kekinian, tentu saja) untuk ikut berperan serta bagi sebuah Indonesia perkasa lantaran desa yang perkasa.

Seperti ditengara Jakob Sumardjo, Kiki Syahnakri, diimbuh pesan Om Nani, terinspirasi naiknya Raja Adat Negeri Tulehu juga Raja NAK; kehadiran Raja NAK yang berpengaruh tak langsung terpentalnya berturut-turut dua orang Camat Pulau Haruku terindikasi kuat pajekong (korup).

Demikianlah tanggapan Redaksi AKLK. Dan sebagai penutup, Redaksi AKLK lewat kami, kembali berpesan bahwa komentar atas buku elektronik ini tetap ditunggu. Dan berharap isi komentar adalah yang berangkat dari niat tulus “mendukung Pemerintah NAK tanpa reserve”; untuk, secara umum, tegaknya  sebuah pemerintah adat sejati di kawasan asalnya etnis Ambon, yang menempati sebagian besar areal Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Menuju, sekali lagi, Indonesia yang perkasa lantaran desa yang perkasa!

Kami sampaikan salam dari Redaksi AKLK,Begitu do (dolo, dulu)Selamat Membaca

Danke lai (Terima Kasih ya), Amatoo (Dah)

a/n Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR
 
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY! *

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

https://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK
LEWAT
PEMIKIRAN DARI JAKOB SUMARDJO

“MAKNA KESATUAN INDONESIA”

(KLIK http://www.pdiperjuangan-jatim.org/v03/index.php?mod=berita&id=4835 )

DENGAN BUKTI EMPIRIS NAIKNYA RAJA ADAT DI NEGERI TULEHU

(KLIK) http://www.balagu.com/Penuhi%20Dua%20Tuntan%20

Saniri%20Ira%20%20Tuasikal%20Akhirnya%20Pilih%20Mengalah

MENGAPA?

PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT  TULISAN PAK JAKOB SUMARDJO BERIKUT BUKTI EMPIRIS NEGERI TULEHU DI ATAS & PEMIKIRAN KIKI SYAHNAKRI DI IKLAN INI PENGEPOSAN SEBELUMNYA

YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisnya.” (AKLK 3-Wawasan LK)

SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA

2 TOKOH DARI KALANGAN BERBEDA BERIKUT BUKTI EMPIRIS NEGERI TULEHU DI  ATAS

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

Atas Nama Redaksi AKLK

14 Februari 2011

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang  di blog yang kini menjadi buku-e, buku elektronik ini. Buku-e IPR.

Silakan simak pengeposan 14 Desember 2010–dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini–untuk keterangan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Kali ini tidak ada komentar yang masuk untuk ditanggapi Redaksi AKLK.

Redaksi AKLK lewat kami, sekali lagi, berpesan bahwa komentar atas Buku-e IPR ini tetap ditunggu. Dan berharap isi komentar adalah yang berangkat dari niat tulus “mendukung Pemerintah Negeri Adat Kariu (PNAK) tanpa reserve”; untuk, secara umum, tegaknya  sebuah pemerintah adat sejati di kawasan asalnya etnis Ambon, yang menempati sebagian besar areal Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Menuju Indonesia yang perkasa lantaran desa yang perkasa!

Kami sampaikan salam dari Redaksi AKLK,

Begitu do (dolo, dulu)

Selamat Membaca

Danke lai (Terima Kasih ya), Amatoo (Dah)

a/n Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI  

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY! *

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

https://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK 

LEWAT

PEMIKIRAN LETJEN (PURN) KIKI SYAHNAKRI

(KLIK) Ancaman Kebijakan Salah

MENGAPA?

 PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT PEMIKIRAN PAK KIKI SYAHNAKRI 

YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA

 

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY: 

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisya.” (AKLK 3-Wawasan LK) 

              SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA 

PEMIKIRAN PAK KIKI  DI ATAS     

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 


Atas Nama “Dari Redaksi AKLK”

14 Januari 2011

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e,  buku-elektronik ini. Buku-e IPR. Pengeposan 14 Januari 2011.

Silakan simak pengeposan bulan lalu (14/12/2010)–dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini–untuk keterangan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Ada sebuah komentar yang masuk. Dari Simon GP. Dan sudah ditanggapi Redaksi AKLK. Silakan simak pengeposan bulan lalu itu dan klik bagian bawah di “1 komentar”.

Redaksi AKLK lewat kami, sekali lagi, berpesan bahwa komentar atas buku elektronik ini tetap ditunggu. Dan berharap isinya adalah yang berangkat dari niat tulus “mendukung Pemerintah Negeri Adat Kariu (PNAK) tanpa reserve”; untuk, secara umum, tegaknya  sebuah pemerintah adat sejati di kawasan asalnya etnis Ambon, yang menempati sebagian besar areal Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Menuju Indonesia yang perkasa lantaran desa yang perkasa!

Kami sampaikan salam dari Redaksi AKLK,

Begitu do (dolo, dulu)

Selamat Membaca

Danke lai (Terima Kasih ya), Amatoo (Dah)

a/n Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR

 
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY! *

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

https://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK 
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR 


 

Tentang Buku-e IPR (1)

14 Desember 2010

Pembaca Budiman blog AKLK (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di pengeposan (posting) 14 Desember 2010.

Kami yang atas dasar sebuah kuasa penuh dari Redaksi AKLK, dengan ini bertindak untuk dan atas nama Redaksi AKLK, menginformasikan hal-hal berikut.

Bahwa, sejak hari ini, 14 Desember 2010, blog Apa Kabar Leamoni Kamasune telah berubah formatnya menjadi sebuah buku elektronik (buku-e), diberi nama: Buku-e IPR.

Buku-e IPR

Dengan tajuk  atau judul dan sub judul, seperti tampak pada wajah depan Buku-e IPR dalam iklan di bawah in.

Ingin Pro Rakyat? Ingin Berantas Korupsi? Mulailah dari Desa (Kariu), Pak SBY“–dikutip dari tajuk 14-Wawasan LK (Leamoni Kamasune-14 September 2009).

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia“–dikutip dari sub judul 41-Kronik LK (Leamoni Kamasune-14 November 2010).

Maksudnya, blog ini sejak hari ini kiranya dapat dipandang sebagai sebuah buku-elektronik atau buku-digital. Berisi kumpulan opini (rubrik Wawasan) maupun berita (rubrik Kronik) seputar Negeri Adat Kariu (NAK) atau Leamoni Kamasune. Terkumpul dalam rentang waktu hampir dua tahun seperti rincian tanggalnya–yang juga tampak pada wajah depan Buku-e IPR dalam iklan di bawah ini–hasil pengeposan rutin tiap bulan.

Artinya pula, Redaksi AKLK lewat kami sejak hari ini dan ke depannya tidak lagi menurunkan tulisan baru. Maksudnya, tidak lagi ada tulisan baru pada rubrik Wawasan maupun Kronik. Dengan kata lain, kedua rubrik tersebut (Wawasan dan Kronik) sejak pengeposan hari ini tak akan muncul lagi.

Lamun (namun), berbeda dengan buku dalam format cetak bukan elektronik.

Redaksi AKLK lewat kami, tetap akan menanggapi komentar terkait tulisan dalam buku elektronik,  Buku-e IPR ini; langsung, atau pun tidak langsung. Termasuk warita (berita) dari NAK yang dianggap perlu untuk mendapat bidasan (respons) Redaksi AKLK. Tentunya, bila ada komentar dan/atau warita yang masuk. Juga, bila ada kebutuhan memuat tulisan, artikel (tidak harus ditulis Redaksi AKLK) khususnya terkait iklan Buku-e IPR.

Selanjutnya Redaksi AKLK berpesan pada kami, bahwa terkecuali tanggapan atas komentar pembaca, maka bidasan warita NAK dan tulisan terkait iklan Buku-e IPR, rencananya di taruh di Halaman A-LAMPIRAN BUKU-E IPR (PERBARUI/UPDATED).

Halaman dimaksud ini diawali dengan “Tentang Buku-e IPR (1)”, tulisan yang sedang Pembaca Budiman simak ini, pengeposan 14 Desember 2010.

Dengan begitu, batasan atawa definisi buku-e seperti yang dimaksud Wikipedia Indonesia khususnya menyangkut formatnya, sudah tentu tidak terpenuhi, setidaknya belum saatnya. Redaksi AKLK sedang berupaya ke arah itu.

Tentang kami sendiri

Kami sendiri, dengan begitu, seperti disinggung di atas boleh dikata sebagai “penunggu” dari blog AKLK. Bertindak untuk dan atas nama Redaksi AKLK. Sebutannya: a/n (atas nama) Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR.

“Penunggu” dari sebuah blog yang (sementara) “tidak diasuh” redaksinya—kecuali, seperti disinggung di atas.

Ini kesepakatan kami dengan Redaksi AKLK. Kesepakatan yang tentunya tidak bersifat permanen; sewaktu-waktu bisa ditinjau kembali.

Tentang perubahan drastis ini, Redaksi AKLK hanya menitip pesan singkat pada kami, “terkendala teknis”.

Sebuah komentar dan Penutup

Pada pengeposan kali ini, hanya ada sebuah komentar tetapi tidak ada warita NAK  yang masuk; termasuk tak ada hal terkait iklan Buku-e IPR.

Komentar dari Pieter Herry Nahusona(tertanggal 7/12/2010) sudah ditanggapi Redaksi AKLK. Silakan cari di sisi/kolom kanan tampilan blog ini lalu klik Halaman

Dari Redaksi 14 Februari 2010  atau cari dan klik Arsip

Februari 2010 atau klik

https://kariuxapakabar.wordpress.com/2010/02/

—kemudian klik “1 komentar” di akhir tulisan.

Ada sedikit catatan dari Redaksi AKLK.

Mengapa komentar Bung Pieter ada di pengeposan Februari 2010 tampilan depan? Itu lantaran beliau menulis komentar pada pengeposan dimaksud (2/2012) tampilan depan. Sementara waktu/saat komentarnya itu sendiri ditulis adalah di bulan Desember 2010. Sehingga tanggapan Redaksi AKLK pun di pengeposan (2/2010) tampilan depan tersebut.

Sama seperti pada pengeposan ini (12/2010) tampilan depan ada sebuah komentar dari Bung Simon GP. Padahal waktu/saat Bung Simon menulis komentarnya itu adalah pada bulan Januari 2010, tapi komentar itu ditulisnya di pengeposan ini (12/2101) tampilan depan.

Sebagai penutup, Redaksi AKLK menitip pesan yang “itu-itu juga” dan kami pun ikut nebeng:

Begitu do (dolo, dulu)
Selamat Membaca,
Danke Lai (Terima Kasih ya), Amatoo (Dah) 
a/n Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR

 

 
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY! *

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

https://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK 
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dari Redaksi

14 November 2010

Kariu Baru (22)

Pembaca budiman,   Selamat Datang di  situs web kami, pengeposan (posting) tanggal 14 November 2010.

Opini Redaksi dalam 42-Wawasan Leamoni Kamasune-14 November 2010 ini, adalah bagian terakhir dari tiga tulisan bersambung. Dengan tajuk yang sama seperti dua tulisan terdahulu, lamun di bawah sub judul “Bagian Ketiga: Gereja Lemah atau Terlampau Gemuk/Kurus?” Sub judul yang bersandar pada otokritik almarhum Pdt Eka Darmaputera yang pernah mencagun (muncul) di blog ini.

Redaksi lebih menyerahkan jawaban pertanyaan sub judul di atas kepada pembaca. Sambil kembali menjelaskan sepak terjang blog ini sebagai pewarta warga (citizen journalist). Sebuah media bukan corong apalagi milik Pemerintah Negeri Adat Kariu.

Di 41-Kronik Leamoni Kamasune-14 November 2010, seperti biasanya pembaca bisa jumpai warita seputar NAK. Mungkin menarik menyimak salah satu warita (berita) di kronik dimaksud, sebagai warita yang diperbarui pascapengeposan. Berikut kutipannya.

“Aman Pak, tidak  terjadi apa-apa Pak,” begitu jawaban Raja Negeri Adat Kariu (NAK) Bapa Emang (BE), Herman Pattiradjawane kepada Gubernur Maluku Karel A Ralahalu di telepon genggam sesaat akan meninggalkan Jakarta menuju NAK.

Dan memang, dari sebuah sumber Redaksi sangat terpercaya, begitu BE tiba di NAK Kamis (18/11/2010) jelang siang, NAK sangat, sangat, dan sangat aman! BE langsung beraktivitas seperti biasanya.

Begitu do (dolo,dulu)
Selamat membaca
Danke lai. Amato
Ket: Latar belakang  judul APA KABAR LEAMONI KAMASUNE  berikut sub judulnya di atas, yang berganti menjadi graduasi warna merah lewat nuansa (perbedaan tipis) ke putih, adalah pertanda akan terjadi perubahan mendasar pada blog ini. Termasuk revisi pada susunan halaman di kolom kanan tampilan ini. Sehingga saat pengeposan mendatang 14 Desember 2010 perubahan tersebut akan menjadi terang. (Gambar latar belakang lama, hamparan laut pantai Negeri Adat Kariu, masih bisa dijumpai di hal. Dari Redaksi-14 Feb 2009).

Dari Redaksi

14 Oktober 2010

Kariu Baru (21)

Pembaca budiman,   Selamat Datang di  situs web kami, pengeposan (posting) tanggal 14 Oktober 2010.

Seperti dijanjikan dalam pengeposan bulan lalu, Opini Redaksi dalam 40-Wawasan Leamoni Kamasune-14 Oktober 2010 ini, adalah tulisan lanjutan di bawah sub judul “Bagian Kedua: DPR RI/Saniri NAK Lemah atau Dilemahkan?”

Pertanyaan yang serupa ketika dalam Bagian Pertama menyoal polisi—dengan posisi Redaksi yang berpihak, mendambakan Kepolisian RI (Polri) yang kuat.

Kini pun, posisi Redaksi serupa. Mendambakan DRR RI yang kuat “menurun” pada Saniri NAK (Negeri Adat Kariu) yang kuat pula.

Pasalnya, hari-hari ini DPR seolah sedang menelanjangi diri sendiri. Redaksi coba mengangkat rencana pembangunan gedung baru DPR RI. Yang ditanggapi oleh Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang kemudian disitir Kompas (5/9/2010) sebagai tajuk waritanya “Alasan DPR Tak Dapat Dipahami”. Serta kritikan pedas dari sastrawan Radhar Panca Dahana yang menyebut anggota DPR “buta dan tuli”. Yang terakhir ini, seolah dibuktikan oleh sanggahan menggelikan dari anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Michael Wattimena, bahwa kolam renang di gedung baru itu untuk antisipasi mengatasi kebakaran!

Sementara saat tulisan ini sedang disiapkan, kembali DPR unjuk diri. “DPR Akui Praktik Percaloan”, demikian tajuk warita Kompas (13/10/2010). Percaloan terkait anggaran (untuk daerah) yang melibatkan berbagai pihak termasuk anggota DPR.

Lalu kalau lembaga perwakilan rakyat di tingkat nasional berkinerja begitu buruk, bagaimana dengan lembaga serupa di sebuah desa kecil seperti Saniri NAK?

Di 39-Kronik Leamoni Kamasune-14 Oktober 2010, pembaca kembali bisa jumpai warita seputar NAK.

Begitu do (dolo,dulu)
Selamat membaca
Danke lai. Amato

Dari Redaksi

14 September 2010

Kariu Baru (20)

Pembaca budiman,   Selamat Datang di  situs web kami, pengeposan (posting) tanggal 14 September 2010.

Kali ini, 38-Wawasan Leamoni Kamasune-14 September 2010, diisi oleh Opini Redaksi. Menyoal kembali Penyerangan Raja di Rumah Raja. Kejadian memprihatinkan bulan Agustus lalu di Negeri Adat Kariu (NAK). Lamun Redaksi mencoba melihatnya dari…

Pemahaman yang berangkat dari tesis Redaksi. Tesis—mengacu pada para cendekiawan, salah satunya Thamrin Tomagola—bahwa keperkasaan desa adalah keperkasaan Indonesia. Kacau balau di tingkat nasional, tergambar dalam keseharian di desa. Desa adalah Indonesia kecil —setidaknya yang terjadi di NAK.

Lalu, masih dari Opini Redaksi itu, berlanjut menyoal polisi: “Lemah atau Dilemahkan?”. Termasuk dikaitkan dengan isu calon Kapolri baru yang sedang digodok Presiden SBY. Komentar terkait dari tiga tokoh yang direkam Kompas (14/9) diacu dalam opini tersebut. Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas Saldi Isra, Guru Besar Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar, dan Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane.

Tetapi omong-omongan yang “tinggi-tinggi” itu, ujungnya ya berharap NAK yang (berpeluang besar) perkasa.

Seperti biasanya di 37-Kronik Leamoni Kamasune-14 September 2010, ditampilkan warita seputar Negeri Adat Kariu (NAK).

Begitu do (dolo,dulu)
Selamat membaca
Danke lai. Amato

Dari Redaksi

14 Agustus 2010

Kariu Baru (19)

Pembaca budiman,   Selamat Datang di  situs web kami, pengeposan (posting) tanggal 14 Agustus  2010.

Kali ini, Redaksi sedang prihatin dan berduka yang dalam. Blok hitam di atas wujud atas perasaan tersebut.

Pasalnya,

RAJA NEGERI ADAT KARIU DISERANG DI DALAM RUMAH RAJA, DAN RAJA TIDAK BERNAFSU MEMBERIKAN PERLAWANAN SAMASEKALI. SI PENYERANG ADALAH “PANGKAT ANAK” DARI MATARUMA PRENTAH .

Silakan simak waritanya di  35-Kronik Leamoni Kamasune-14 Agusutus 2010; dengan salah satu sub judul Seorang Kapolsek yang Mencoreng Wajah Polri. Pak Polisi yang dimaksud adalah Kapolsek Pulau Haruku Kapten (Pol) Andi Hasanudin, S.Sos.

Masih di halaman kronik dimaksud, ada warita bertajuk “Setelah Merobek Daftar Penerima BLT, Kini Merampas Raskin PNAK.” Warita menyangkut raskin (beras untuk masyarakat miskin) yang dirampas oleh Ince, pegawai Kecamatan Pulau Haruku, (diduga kuat) bekerja sama dengan Camat Pulau Haruku Firman Tappa.

Terkait perampasan itu, Redaksi mengirimkan Memo Terbuka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon dengan tembusan ke Website Kejaksaan Republik Indonesia. Kopi lengkap Memo Terbuka tersebut dimuat di bagian akhir warita tentang raskin itu.

Di 36-Wawasan Leamoni Kamasune-14 Agustus 2010 pun, Tajuk Rencana Redaksi, hanya berisi blok hitam serupa.

Begitu do (dolo,dulu)
Selamat membaca dan menyimak
Danke lai. Amato

Dari Redaksi

14 Juli 2010

Kariu Baru (18)

 

Pembaca budiman,   Selamat Datang di  situs web kami, pengeposan (posting) tanggal 14 Juli 2010.

Kembali, salah seorang anggota Redaksi menuliskan opininya. Kali ini seputar isu “akal sehat” dalam salah satu program pemerintah pusat: raskin (beras untuk keluarga miskin) di Leamoni Kamasune periode 2010. Sang penulis terinspirasi dan merujuk pada Tajuk Redaksi Radio KBR68H, Jumat 25 Juni 2010 berjudul “Akal Sehat”. Silakan simak 34-Wawasan Leamoni Kamasune-14 Juli 2010.

Dan seperti biasanya di 33-Kronik Leamoni Kamasune-14 Juli 2010, ditampilkan warita seputar Negeri Adat Kariu (NAK).

 

Begitu do (dolo,dulu)
Selamat membaca
Danke lai. Amato