4 – Kronik LK

Kronik Leamoni Kamasune-14 Mei 2009-I

Berganti-rugi Lewat Pengadilan Adat

Perlahan tapi pasti, eksistensi (keberadaan) negeri adat di Leamoni Kamasune mulai tegak. Indikasi paling baru adalah warga yang saling bertikai telah berdamai sesuai keputusan Pengadilan Adat (PA). Ganti-rugi Rp 750.000 telah dibayarkan oleh terdakwa pembunuh babi hutan kepada pemiliknya tepat pada hari yang ditentukan.

Adalah Lumalan Tangos (bukan nama sebenarnya, termasuk nama-nama lain yang berperkara dalam warita ini—Red) yang ternaknya dibantai. Dan adalah Nikosa Ramos dan Marban Ryan dituduh membunuh ternak itu.

Babi hutan yang ditombak pada hari Selasa (14/4) itu, dagingnya pun dibagi-bagi. Ironinya, orang nomor satu di lembaga keagamaan Leamoni Kamasune pun kebagian.

Lumalan Tangos langsung melapor ke BE pada hari itu juga. BE malah teringat bahwa beliau sempat mendengar suara babi manggarong (mendengkur) tak jauh dari Rumah Raja. Ternyata, itu erangan terakhir sang babi sebelum maut merenggutnya di rumah Marban Ryan.

BE lantas memanggil kedua tertuduh itu. Lamun seperti umumnya segelintir warga Kariu yang kontra-BE, panggilan BE tak digubris. Jadi hanya pelapor yang diperiksa.

Setelah didahului doa, BE meminta keterangan lanjut soal babi yang dibunuh itu. Dilanjutkan peninjauan TKP (tempat kejadian perkara). Setelah diklarifikasi lanjut di Kantor Raja, BE menyilakan Lumalan Tangos untuk pergi mengadu ke polisi—lantaran para tertuduh tak hadir.

Polisi Serahkan pada Adat

Kepala Kepolisian Sektor Pulau Haruku (Kapolsek), dengan alasan sangat pribadi mendukung upaya BE untuk memproses perkara ini secara adat.

Sehingga atas bantuan Kapolsek para tertuduh dapat dihadirkan pada PA yang digelar di Kantor Raja Kamis (16/4). Malah Kapolsek sendiri duduk di samping BE selama sidang PA berlangsung.

Memang, sempat sebagian warga dari sanak saudara Lumalan Tagos mencoba mempengaruhi jalannya sidang dari luar Kantor Raja. Tetapi Kapolsek yang langsung turun tangan, dapat mengatasi keadaan.

BE sebagai Hakim Kepala pun memutuskan perkara ini. Dan hari Minggu (19/4) ditetapkan sebagai tenggat (batas waktu) ganti rugi sebesar Rp 750.000 tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: