37 – Kronik LK

37-Kronik Leamoni Kamasune-14 September 2010-I

Pasokan Air Bersih 14 Titik di NAK, Proyek dari Kabupaten

Sudah sejak awal Juli 2010, pemerintah Negeri Adat Kariu (PNAK) melansir kabar gembira.

Bupati Kabupaten Maluku Tengah Abdullah Tuasikal memberitahukan Raja NAK, bahwa ia telah menyetujui Proyek Pasokan Air bersih ke NAK. Proyek usulan Raja NAK sekitar setahun silam.

Proyek senilai sekitar Rp 300 juta itu adalah pembuatan instalasi pasokan air bersih yang sumbernya diambil dari kapala aer (mata air) Waipada, di petuanan Negeri Pelauw,  kurang lebih 4 km dari NAK. Ditampung di bak induk (disebut bak tidur karena tak begitu tinggi dan memanjang) tak jauh dari kapala aer.

Dialirkan, secara gravitasi tanpa bantuan pompa air, melalui pipa besi (ukuran 4 inci) yang begitu tiba di bak penampung utama pinggiran Selatan NAK akan terbagi dua. Satu untuk NAK dan satu lagi untuk Dusun Ori—desa tetangga di sisi Timur NAK.

Di NAK sendiri, instalasi pipa itu akan terbagi pada 14 titik atau keran air yang tersebar seantero negeri. Jadi instalasi pipa menuju masing-masing rumah belum terpasang. Mungkin pada tahap berikutnya; hal yang sudah pula menjadi pemikiran PNAK.

Memang, proyek ini bukan pembangunan instalasi baru. Sudah ada sejak pertengahan tahun 80-an. Wajar bila telah terjadi banyak kebocoran pada pipa pasokan ke bak penampung utama. Termasuk bak induk dan bak penampung utama yang  juga perlu direnovasi kembali. Bahkan berulang kali pipa-pipa terjatuh dalam alor (jurang) ketika penyanggahnya terkena longsoran.

Soalnya saat kerusuhan—NAK yang kosong tak berpenghuni 6 tahun lebih—bak penampung utama itu tetap berfungsi: memasok air bersih (hanya) ke Dusun Ori yang tak terkena dampak kerusuhan.

Dan saat pembangunan kembali  NAK jelang rayat Kariu kembali dari pengungsian tahun 2005, intalasi dari bak penampung utama itu turut direhabilitasi dan berfungsi kembali.  Kini, keran-keran di NAK pun banyak yang rusak.

Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor asal Negeri Pelauw itu, sudah dimulai sejak awal Agustus 2010 lalu. Saat warita ini disusun, proyek memang belum rampung.

Ada beberapa faktor kendala, menyebabkan proyek agak tertunda. Faktor-faktor seperti pipa-pipa yang harus didatangkan dari Surabaya. Dana yang terealisasi secara betahap (termin). Termasuk cuaca yang tak bersahabat, menyebabkan pipa-pipa yang sudah terpasang ada yang (lagi-lagi) terjatuh ke alor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: