15 – Kronik LK

15-Kronik Leamoni Kamasune-14 Oktober 2009-I

Baksos Perwama Ina di Leamoni Kamasune

Persatuan Wanita Maluku Indonesia (Perwama Ina) tahun ini genap 33 tahun (21 Oktober 1976-2009). Di samping pada tahun depan berakhirnya masa bakti DPP (Dewan Pimpinan Pusat, berkedudukan di Jakarta) tahun 2005-2010 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ibu Willy Tuapattinaya.

Dua peristiwa penting bagi organisasi perempuan Maluku khusus di perantuan yang bertahan cukup lama itu, diperingati dengan menggelar Bakti Sosial (Baksos). Baksos yang ke-7 kalinya ini, rencananya diadakan di beberapa negeri dan dusun Pulau Haruku dan Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Waktunya 24-31 Oktober 2009.

Ketua Panitia Baksos ke-7 Perwama Ina Ibu Ece Soeparto-Pattiradjawane, menjelaskan pada Redaksi, bahwa untuk Pulau Haruku, ini adalah Baksos dari Perwama Ina yang pertama kalinya. Dan kegiatan ini akan mencakup Negeri Pelauw, Dusun Namaea (di Negeri Pelauw), Negeri Adat Kariu (NAK), Dusun Ori, Dusun Namaa, dan Dusun Waimital (dua dusun terakhir ini berturut-turut terletak ke arah Timur Dusun Ori). Kecuali NAK/Leamoni Kamasune, negeri/dusun yang lain adalah berpenduduk muslim.

Karena itu dalam Baksos dimaksud, selain Pengobatan Umum dan Gigi serta program pemberian Paket Mandi untuk anak SD (handuk, sabun, odol, sikat gigi, shampo), juga ada Khitanan (Sunatan) Massal. Yang terakhir ini pelaksanaannya akan dipusatkan di Dusun Ori.

Penduduk dari ketiga dusun lainnya, Namaea, Namaa, dan Waimital yang akan mengikuti Khitanan Massal diharapkan hadir di Dusun Ori. Sekaligus Dusun Ori tempat dilaksanakan Baksos Pengobatan Umum dan Gigi serta Paket Mandi yang melibatkan pula penduduk dari Dusun Namaa dan Dusun Waimital. Penduduk Dusun Namaea sendiri diharapkan hadir di Negeri Pelauw untuk Baksos selain Khitanan Masal itu.

Dengan begitu, Baksos ke-7 Perwama Ina di Pulau Haruku, tempat pelaksanaannya akan berlangsung di tiga negeri/dusun: Negeri Pelauw, NAK, dan Dusun Ori. Seperti diketahui, NAK diapit Negeri Pelauw dan Dusun Ori masing-masing di sisi Barat dan Timur. Rombongan Baksos itu sendiri (sekitar 30 orang) direncanakan menginap di rumah-rumah penduduk Dusun Ori.

Kapan persisnya giliran Baksos di NAK, Ibu Ece belum bisa pastikan.

Sementara di Pulau Saparua yang bukan untuk pertama kalinya Baksos Perwama Ina diadakan, menurut Ibu Ece, rencananya hanya di Negeri Porto dan Negeri Haria.

Pada program Pengobaan Umum dan Gigi, melibatkan tenaga-tenaga medis dan paramedis Kota Madya Ambon. Pribadi-pribadi yang beberapa kali atau pernah bekerja sama selama ini dengan Perwama Ina. Mereka yang juga dimintai bantuannya menyusun daftar obat terkait untuk pembelian di Jakarta.

Sekilas Perwama Ina

Organisasi perempuan Maluku ini berasaskan Pancasila dan UUD 1945. Bersifat non-politik dan tak mengacu pada agama tertentu.

Visinya antara lain mempersatukan wanita Maluku dalam masyarakat yang rukun damai dan sejahtera. Sedangkan misinya antara lain memberdayakan  potensi wanita Maluku untuk turut membangun masyarakat dalam bidang oraganisasi, pendidikan, sosial, ekonomi,. hukum, dan hak asasi manusia (HAM).

Menarik, bahwa total anggota berkisar pada angka 500-an, tersebar di beberapa provinsi seluruh Indonesia.  Hirarki organisasi Perwma Ina cukup berlapis. Maksudnya, mulai dari DPP, turun ke DPD (Dewan Pimpinan Daerah), lalu DPC (Dewan Pimpinan Cabang), serta ada pula ANCAB (Anak Cabang). Seperti DPD Jawa Barat yang berpusat di Bandung, di bawahnya misalnya DPC Bekasi dan DPC Tangerang. Lalu DPC Bekasi di bawahnya ada, misalnya, ANCAB Pekayon dan ANCAB Jatibening.

15-Kronik Leamoni Kamasune-14 Oktober 2009-II

Peletakkan Batu Alasan TK Satu Atap

Pada Selasa, 6 Oktober 2009, di Leamoni Kamasune telah berlangsung acara Peletakkan Batu Alasan (Pertama) TK (Taman Kanak-Kanak) Satu Atap Negeri Kariu.

Peletakkan Batu Alasan TK Satu Atap itu dilakukan secara seremonial oleh Kepala Sekolah SD Negeri Kariu Ibu J Pariury, Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Pendidikan dan Olah Raga Kecamatan Pulau Haruku TA Latuconsina, Raja NAK Herman Pattiradjawane (Bapa Emang, BE), dan Pendeta GPM Ebenhaezer Negeri Kariu Cak Tomasoa.

Lokasi TK Satu Atap masih di lingkungan tanah Sekolah Dasar (SD) Negeri Kariu. SD yang berada tak jauh dari bibir pantai, di sisi kanan jalan utama masuk NAK (Negeri Adat Kariu) dari pantai.

BE menjelaskan bahwa istilah “Satu Atap” bermakna bahwa pengelolaan atau manajemen TK masih langsung di bawah SD. Masih  “satu atap” dengan SD. Tenaga pengajar, misalnya, diambil dari guru-guru SD.

15-Kronik Leamoni Kamasune-14 Oktober 2009-III

Apa Kabar PNPM-M?

Apa kabar PNPM-M (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri)? Masih “baik-baik” saja. Masih “bermusyawarah-bermufakat” terus.

Pasalnya, setelah MAD I (musyawarah antar desa I) dan MAD II, rencananya masih akan digelar MAD III. Ini tagal (karena) Negeri Oma masih belum tuntas pembahasan proposal PNPM-M-nya. Dan berhubung “musyawarah-mufakat” adalah kunci utama dalam PNPM-M ini, maka MAD akan digelar terus sampai …

Sampai tercapai yang namanya “musyawarah-mufakat” itu di antara negeri-negeri sekecamatan terkait. Sementara di Kecamatan Pulau Haruku ada 11 negeri: NAK, Pelauw, Kailolo, Kabauw, Rohmoni, Haruku, Samet, Oma, Wasu, Aboru, dan Hulaliu.

Soalnya salah satu program bantuan Pemerintah Pusat langsung ke Desa ini, lumayan besarnya per kecamatan. Konon jatah untuk Kecamatan Pulau Haruku Rp 2 milyar. Yang kalau, misalnya, dibagi rata, sedikitnya Rp 170 juta/negeri. Apa betul? Tak jelas. Jadi?

Jadi, ya harus sabarlah. Bukan saja orang miskin, negeri miskin pun harus sabar!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: