27 – Kronik LK

27-Kronik Leamoni Kamasune-14 April 2010-I

Bapa Raja NAK Pelatihan di Malang

 

Raja Negeri Adat Kariu (NAK) Herman Pattiradjawane, Bapa Emang (BE) panggilan akrabnya, ikut dalam Pelatihan Manajemen Pemerintahan Desa di Malang, Jawa Timur.

Pelatihan berlangsung 29 Maret – 4 April 2010. bertempat di Balai Besar Diklat PMD (Pendidikan dan Latihan Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jl. Raya Langsep No.7 Malang. Pelatihan dibuka oleh Kepala Balai Besar PMD Malang Drs, H. Endang Kusumajadi, MM mewakili Dirjen (Direktur Jenderal) Pemberdayaan Desa Kemdagri yang berhalangan hadir.

Perlu diketahui, bahwa Balai Besar dimaksud ada pula di Lampung untuk kawasan Indonesia Barat. Sementara untuk kawasan Indonesia Tengah berada di Yogyakarta. Dengan sendirinya Malang untuk kawasan Indonesia Timur.

Makanya, pelatihan di Malang kali ini yang dihadiri total 112 Kepala Desa (Kades) berasal dari tiga kabupaten/provinsi kawasan Indonesia Timur. Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo (56 Kades), Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat (28 Kades), dan Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (28 Kades).

Kabupaten Maluku Tengah mengirim para Kades dari 3 kecamatan. Kecamatan Seram Barat, Kecamatan  TNS (Pulau-pulau: Teon, Nila, Serua), dan Kecamatan Pulau Haruku.

Dari yang terakhir ini, hanya mengirim dua Raja Negeri (nama adat orang Ambon untuk Kades—Red): Kariu dan Wasu. Raja Wasu, adalah Bapa Salakory—salah seorang saksi saat BE dilantik menjadi Raja NAK akkhir November 2008.

Kecamatan Pulau Haruku sendiri seperti diketahui terdiri dari 11 negeri pesisir (tidak termasuk bukan negeri seperti dusun-dusun Ori, Nama) sekeliling Pulau Haruku. (Searah jarum jam) Kariu, Hulaliu, Aboru, Wasu, Oma, Samet, Haruku, Rohmoni, Kabau, Kailolo dan Pelauw.

Manajemen Pemerintah Desa

Tujaan pelatihan adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para Kepala Desa (Kades) tentang manajemen pemerintah desa.

Pelatihan terdiri atas dua bagian utama. Pertama, Penguatan Kapasitas Desa. Kedua, Keuangan Desa.

Bagian pertama dirinci lagi antara lain: Kewenangan Desa, Administrasi Desa, Penyusunan Peraturan Desa, Musrembang (Musyawarah Rencana Pembangunan).

Bagian kedua, rinciannya antara lain: Perencanaan Keuangan Desa, Penatausahaan Keuangan Desa, Pertanggungjawaban Keuangan Desa.

Landasan hukum dari pelatihan tersebut adalah UU (Undang-Undang) No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Desa (yang oleh blog ini sering disinggung sebagai tak berpihak pada perdesaan—Red) serta PP (Peraturan Pemerintah) No.72 Tahun 2005 tentang Desa.

Studi Lapangan: Desa Arjowilangun

Pelatihan diakhiri dengan Studi Lapangan ke Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada 1 April 2010.

Diharapkan para peserta pelatihan dapat menarik banyak pelajaran dari desa tersebut. Seperti kegiatan utama masyarakat yang bersifat gotong royong (masohi dalam istilah orang Ambon—Red). Hal yang disampaikan Kades Arjowilangun dalam Sambutan Selamat Datang seperti Redaksi kutip dari Situs Kabupaten Malang http://www.malangkab.go.id/newsdetail.php?id= 75&ktgnews=2

Juga, masih dari situs yang sama, seperti gambaran umum disampaikan oleh Camat Kalipare,  bahwa Arjowilangun memiliki multi talenta. Empat agama hidup berdampingan, beberapa suku hidup rukun, budaya leluhur dijunjung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: