Dari Redaksi AKLK

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku elektronik. Buku-e IPR. Edisi diperbarui, pengeposan 14 September 2011.

Silakan simak pengeposan pada 14 Mei 2011, dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini, untuk penjelasan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Pada pengeposan kali ini, ada warita (berita) singkat dari Negeri Adat Kariu (NAK): Batalnya Pembangunan Pastori GPM Ebenhaezer NAK. Bidasan (respons) Redaksi AKLK atas warita ini bertajuk “Ketika Non Muslim Menjadi Mayoritas, Pemimpin Umat yang Membangkang NKRI; Masohi yang Diabaikan,  Sejumlah Tanya untuk GPM”. Termasuk, di luar kebiasaan Redaksi AKLK selama ini, ada warita terbaru pascapengeposan, Perusakan Patung-Patung Wayang di Purwakarta, Jawa Barat (18/9/11). Silakan simak Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E klik 5, atau klik

https://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/5-bidasan-redaksi-14-sep-11/.

Ada sebuah komentar dari pembaca Sunnyjangkang. Di mana Redaksi AKLK sekalian memberikan Masukan untuk Pertemuan Pemuda Dunia: ‘jual” masohi  serta sebuah catatan pendek Konflik Ambon 11/9/11, Skenario Gagalkan Pertemuan Pemuda Dunia (baca: masohi/Pancasila)? Silakan simak Hlm C-ISI BUKU-E IPR (TULISAN) klik 18-Wawasan LK, atau klik

https://kariuxapakabar.wordpress.com/dari-redaksi-14-nov-2009/18-wawasan-leamoni-kamasune-14-november-2009/

lihat bagian bawah tulisan, di Komentar.

Lalu, pada pengeposan kali ini untuk keperluan iklan Buku-e IPR, Redaksi AKLK mengutip utuh tulisan dari Prof Dr Sofian Effendi, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, “Solusi Mengatasi Krisis Konstitusi Pascaamandemen UUD 1945”.

Silakan simak Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E IPR klik 5a atau klik

https://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/5a-prof-dr-sofian-effendi-solusi-mengatasi-krisis-konstitusi-pascaamandemen-uud-1945/.

Sebuah tulisan seorang jauhari (cendekiawan) yang meski relatif bukan baru (2006), ternyata tetap aktual. Soalnya, dari tulisan Prof Sofian tersebut mafhumlah kita bahwa ternyata hari-hari ini republik ini memiliki 2 konstitusi. Ada amandemen UUD 1945—produk MPR 1999-2004–yang ternyata cacat hukum maka disebut UUD 2002, dan ada UUD 1945 yang belum pernah dibatalkan.

Bagi Redaksi AKLK, suka tidak suka, setuju tidak setuju, inilah biang keladi kekisruhan, carut marut republik tercinta hari-hari ini. Terlebih Prof Sofian menyebut UUD 2002 itu “menerapkan landasan dan semangat demokrasi  liberal dan ekonomi kapitalistis”; hal yang sudah ditengara baik oleh Kiki Syahnakri maupun Arief Budiman. Hal yang, menurut hemat Redaksi AKLK, melahirkan UU No.32/2004 beserta seperangkat peraturan daerah turunannya di Maluku Tengah, Maluku, tidak berpihak negeri adat.

Selamat Membaca.

Bagitu do (Begitu dulu)
Danke banya lai (Terima kasih banjak ya)
Amatoo (Dah)
Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY!*

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

https://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK 

LEWAT

Pemikiran Prof DR Sofian Effendi:

Solusi Mengatasi Krisis Konstitusi Pascaamandemen UUD 1945

MENGAPA?

 

 PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT PEMIKIRAN SOFIAN EFFENDI DI ATAS & SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN  DI IKLAN INI SEBELUMNYA: 

SOEKARNO, ARIEF BUDIMAN, PAK KIAI HASYIM MUZADI, TAJUK RENCANA KOMPAS-26/4/11, PAK YUDI LATIF, PAK JAKOB SUMARDJO, PAK KIKI SYAHNAKRI

YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA

 

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

 

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisya.” (AKLK 3-Wawasan LK) 

              SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA 

SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN DI ATAS     

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: