Dari Redaksi AKLK

Pembaca Budiman blog AKLK (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku-elektronik. Buku-e IPR. Edisi diperbarui, pengeposan 14 Juni 2011.

Silakan simak pengeposan bulan lalu 14 Mei 2011, dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini, untuk penjelasan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Kali ini, pada pengeposan ini, ada beberapa hal yang mencagun (muncul).

Pertama, ada sebuah komentar dari seorang pembaca Alen Noija. Silakan simak komentar Alen dan bidasan (respons) Redaksi AKLK di

(klik) Halaman A – Lampiran Buku-e IPR atau klik

https://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/.

Kedua, ada warita (berita) singkat dari Negeri Adat Kariu (NAK). Pada awal bulan Juni ini, dimulai pekerjaan renovasi atap Rumah Raja. Bersamaan pada bulan ini pula genap 6 tahun rayat Kariu kembali ke Leamoni Kamasune dari pengungsian selama 6 tahun lebih (14 Februari 1999 – 6 Juni 2005) di Tihunitu. Sebuah kawasan, petuanan dari pela gandong Negeri Aboru, terletak seputar pesisir timur-tenggara Pulau Haruku.

Sehingga, bidasan atas warita singkat renovasi atap Rumah Raja itu, Redaksi AKLK manfaatkan untuk “Usulan Pelestarian Rumah Raja Negeri Adat Kariu”.

Maksudnya, Redaksi AKLK lewat bidasan tersebut mengusulkan pelestarian sisa-sisa reruntuhan Rumah Raja akibat penyerangan yang meluluhlantakkan Leamoni Kamasune pada Minggu pagi 14 Februari 1999. “Zaman Vlaming Jilid 2”, Redaksi AKLK menyebutnya.

Sisa-sisa reruntuhan Rumah Raja yang aslinya adalah bagian utara rumah. (Bagian selatan kini dihuni Raja NAK dan Isteri serta dalam proses renovasi atap itu). Sisa-sisa reruntuhan yang sampai saat ini masih tegak berdiri. Seperti undakan memasuki rumah, pilar-pilar, dinding-dinding tak utuh dari kamar-kamar tidur, dan seterusnya.

Usulan pelestarian yang terinspirasi tulisan pewarta Kompas Dahono Fitrianto bertajuk “Mencegah Dunia Lupa” (Kompas, 29/4/11). Dahono yang berkunjung ke Hiroshima Peace Memorial Park, Rabu (16/3/2011)–beberapa hari setelah timur laut Jepang dilanda tsunami dahsyat–menyaksikan Monumen Perdamaian Hiroshima dan Kubah Bom Atom Hiroshima, di Hiroshima, Jepang. Dan menulis tentang para hibakusha, julukan bagi korban yang selamat dari tragedi bom atom, mereka yang berupaya seperti judul tulisan Dahono itu.

Untuk detail usulan pelestarian  Rumah Raja dimaksud silakan simak di

Halaman A-Lampiran Buku-e IPR klik 2 atau klik

https://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/1725-2/.

Juga Redaksi AKLK kutip secara utuh tulisan Dahono sebagai acuan utama usulan tersebut, simak

Halaman A-Lampiran Buku-e IPR klik 2a atau klik

https://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/5-dahono-fitrianto-mencegah/.

Ketiga, pada 1 Juni 2011 lalu, tepat 66 tahun usia Pancasila, ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, dasar negara yang digali oleh Soekarno.

Hari lahir Pancasila itu diperingati secara nasional. Redaksi AKLK pun, ikut memeringati. Apalagi sebagai “penunggu” Buku-e IPR, seperti Pembaca Budiman bisa simak dalam pengeposan-pengeposan belakangan ini, gencar mengiklankan Buku-e IPR lewat isu “kembali ke Pancasila & UUD 1945 asli”.  Isu dimaksud yang, setidaknya menurut Redaksi AKLK, kini menggelinding–atau setidaknya perlu terus digelindingkan–bak bola salju oleh lontaran pemikiran-pemikiran dari kalangan para jauhari atau kaum cerdik pandai berlatar belakang berbagai disiplin ilmu termasuk politikus.

Di samping ada kebanggaan tersendiri paling tidak bagi Redaksi AKLK sebagai (sekelompok kecil) etnik/orang Ambon, ketika menyadari (kembali) bahwa gotong royong–perasan terakhir Pancasila–dalam bahasa Melayu Ambon disebut masohi.

Terlebih adalah Soekarno sendiri yang menggagas dan memberi nama sebuah kota baru di daratan Nama, pesisir Selatan Pulau Seram: Masohi (1957). Kota yang kini menjadi  Ibukota Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kawasan asalnya sebagian besar etnik Ambon. Sementara Pulau Seram dipercayai (sebagian besar) orang Ambon sebagai pulau asal (muasal) para leluhur mereka.

Lamun (namun) dalam konteks peringatan Pancasila dimaksud. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono dan kedua mantan Presiden RI sebelumnya BJ Habibie serta Megawati Soekarnoputeri—yang berpidato khusus menyambut peringatan tersebut–, Redaksi AKLK hanya mengutip komentar dari mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Muzadi. Kutipan yang bersumber pada Kompas.com (1/6/11) bertajuk “Hasyim: Ada Kendala Tegakkan Pancasila”. Artinya, komentar Hasyim itu Redaksi AKLK angkat untuk mengiklankan Buku-e IPR dalam pengeposan kali ini.

Warita Kompas.com terkait tokoh NU  itu Redaksi muat utuh di

Halaman Lampiran Buku-e IPR klik 2b atau klik

https://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/6-foto-dahono-fitrianto-mencegah/.

Selamat membaca dan Selamat Hari Lahir Pancasila ke-66, 1 Juni 2011.

Bagitu do (Begitu dulu)
Danke banya lai (Terima kasih banjak ya)
Amatoo (Dah)
Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR
 
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY! *

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

https://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK 

LEWAT

KOMENTAR  KH HASYIM MUZADI

DI WARITA KOMPAS.COM (1/6/2011) BERTAJUK

HASYIM: ADA KENDALA TEGAKKAN PANCASILA 

MENGAPA?

PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT  KOMENTAR PAK KIAI HASYIM MUZADI DI ATAS & SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN  DI IKLAN INI SEBELUMNYA:

TAJUK RENCANA KOMPAS-26/4/11, PAK YUDI LATIF, PAK JAKOB SUMARDJO, PAK KIKI SYAHNAKRI

YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisya.” (AKLK 3-Wawasan LK) 

SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA

SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN DI ATAS

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: