Dari Redaksi

Kariu Baru (20)

Pembaca budiman,   Selamat Datang di  situs web kami, pengeposan (posting) tanggal 14 September 2010.

Kali ini, 38-Wawasan Leamoni Kamasune-14 September 2010, diisi oleh Opini Redaksi. Menyoal kembali Penyerangan Raja di Rumah Raja. Kejadian memprihatinkan bulan Agustus lalu di Negeri Adat Kariu (NAK). Lamun Redaksi mencoba melihatnya dari…

Pemahaman yang berangkat dari tesis Redaksi. Tesis—mengacu pada para cendekiawan, salah satunya Thamrin Tomagola—bahwa keperkasaan desa adalah keperkasaan Indonesia. Kacau balau di tingkat nasional, tergambar dalam keseharian di desa. Desa adalah Indonesia kecil —setidaknya yang terjadi di NAK.

Lalu, masih dari Opini Redaksi itu, berlanjut menyoal polisi: “Lemah atau Dilemahkan?”. Termasuk dikaitkan dengan isu calon Kapolri baru yang sedang digodok Presiden SBY. Komentar terkait dari tiga tokoh yang direkam Kompas (14/9) diacu dalam opini tersebut. Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas Saldi Isra, Guru Besar Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar, dan Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane.

Tetapi omong-omongan yang “tinggi-tinggi” itu, ujungnya ya berharap NAK yang (berpeluang besar) perkasa.

Seperti biasanya di 37-Kronik Leamoni Kamasune-14 September 2010, ditampilkan warita seputar Negeri Adat Kariu (NAK).

Begitu do (dolo,dulu)
Selamat membaca
Danke lai. Amato

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: