Dari Redaksi

Kariu Baru (12)

Pembaca budiman,   Selamat Datang di situs web kami, pengeposan (posting) tanggal 14 Januari 2010.

Opini, tulisan bersambung oleh salah seorang anggota Redaksi  menyambut setahun Pemerintah Negeri Adat Kariu (NAK) berlanjut sekaligus habis pada pengeposan ini.

Judulnya pun serupa “Satu Tahun Pemerintah NAK” dengan subjudul baris pertama “Kerinduan akan Adat vs Indonesia yang Kapitalistis” dan baris kedua “Sebuah Masukan untuk Raja NAK Bapa Emang.” Silakan simak di 22-Wawasan Leamoni Kamasune-14 Januari 2010.

Pemerhati perdesaan, pakar Andi Erwing yang pernah muncul dalam blog ini kembali diacu. Tulisannya  “Pembangunan Perdesaan (Ekskluasi Sosial Terhadap Pembangunan Perdesaan Akibat Kebijakan Yang Tidak Berpihak Pada Pembangunan Perdesaan)” Khususnya beberapa butir dari tujuh butir rincian UU No.32/2004 yang menyingkirkan (mengeksklusi) proses politik, sosial dan pemerintahan desa.

Jauhari (cendekiawan) Jacob W. Ajawaila yang adalah orang Ambon masih menjadi acuan pada opini dimaksud. Merujuk pada makalahnya yang sama “Orang Ambon dan Perubahan Kebudayaan,” termuat pada Antropologi Indonesia Th.XXIV, No.61 Jan-Apr 2000.

Juga untuk kesekian kalinya, kutipan buku Johannes D. de Fretes “Kebenaran Melebihi Persahabatan” mencagun (muncul) dalam blog ini.

Dan warita seputar NAK dapat disimak pada  21-Kronik Leamoni Kamasune-14 Januari 2010.

Begitu do (dolo, dulu)
Selamat membaca.
Danke lai. Amato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: