Dari Redaksi

Kariu Baru (8)

Pembaca budiman,   Selamat Datang di situs web kami, pengeposan (posting) tanggal 14 September 2009.

Di Leamoni Kamasune, dua program Pemerintah Pusat (Raskin/beras untuk masyarakat miskin dan BLT/bantuan langsung tunai) dari tiga program menonjol khusus untuk perdesaan sudah terealisasikan. Tinggal satu lagi,  PNPM-M (program nasional pemberdayaan masyarakat-mandiri). Padahal sejak triwulan pertama tahun 2009 ini sudah dimulai proses silang pendapat soal penentuan bentuk proyeknya.

Program Raskin dan BLT pun di  NAK (Negeri Adat Kariu), dari pengamatan Redaksi, ternyata tak mulus pula. Keterlibatan atasan Pemerintah NAK—kecamatan dalam hal ini—bukannya memperlancar malah berbalik menjadi batu sandungan. Hal yang sudah Redaksi tengarai dalam pengeposan sebelumnya, akibat dari UU No.32/2004 yang tak berpihak pada perdesaan. Tapi berkat kesigapan Pemerintah NAK beserta perangkat adat NAK, kedua program tersebut akhirnya terlaksana juga.

Karena itu, Redaksi merasa sudah waktunya membuat Sebuah Tajuk Rencana (STR) yang khusus. Maksudnya khusus, STR ini ditujukan pada orang nomor satu negeri ini: Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono—Pak SBY panggilan akrab sekaligus rasa hormat dari kami, rakyatnya.

Karena itu, STR dimaksud, bertajuk ”Ingin Pro-rakyat? Ingin Berantas Korupsi? Mulailah dari Desa (Kariu), Pak SBY!” Dengan beranda judul “TAJUK RENCANA: Sebuah Tajuk Rencana untuk Presiden RI.”

Kenapa harus ke Presiden? Jawabannya, sederhana. Bahwa, pada ketiga program langsung dari Pemerintah Pusat itu, desa—NAK dalam hal ini—selalu pada posisi marjinal, terpinggirkan, sendirian. Perlu ada yang (tulus) membantu. Dan oleh kekhasan dari ketiga program itu, dengan segala maaf, Redaksi merasa tak cukup efektif berkeluh kesah ke kecamatan, kabupaten, provinsi, atau Departemen Dalam Negeri.

Dalam STR dimaksud, masih mengacu kedua pakar yang pernah mencagun di pengeposan sebelumnya,  Prof Susetiawan, Kepala Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Konsultan Andi Erwing. Di samping Prof Bambang PS Brodjonegoro, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI)—lewat tulisannya “Menegakkan Tulang Punggung Perekonomian” (Kompas, 3/8/09)—serta Ivan A Hadar, aktivis senior, Pemimpin Redaksi Jurnal SosDem—melalui tulisannya “The people’s right to food” (The Jakarta Post, 25/7/09).

Di rubrik “Kronik Leamoni Kamasune 14 September 2009”, seperti biasanya, mencagun berita-berita seputar NAK.

Begitu do (dolo, dulu)
Selamat membaca.
Danke lai. Amato.
 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: