Dari Redaksi AKLK

14 Februari 2012

Buku-e

IPR AKLK

Apa Kabar Leamoni Kamasune.

Penerbit Redaksi AKLK, Jakarta, 14 Februari 2012 .

.

.

Pembaca Budiman,

Selamat Datang di Buku-e

IPR AKLK Apa Kabar Leamoni Kamasune.

Penerbit Redaksi AKLK, Jakarta, 14 Februari 2012.

Buku-e IPR kini sepenuhnya menjadi sebuah buku-elektronik dengan tajuk seperti di atas.

Alasan Redaksi AKLK, sebagai “Penunggu” Buku-e IPR selama ini, merasa sudah waktunya untuk meluncurkan, menjadikan blog ini sepenuhnya sebuah buku-e.

Artinya, sejak hari ini dan ke depannya, tidak ada lagi pengeposan (posting) baru, juga bidasan (respons) redaksi baik atas warita (warta) maupun komentar pembaca yang masuk.

Berarti pula, dengan segala maaf, komentar Pembaca Budiman yang (mungkin akan) masuk, tidak bakal dimuat—apalagi dibidas.

Dan, kebetulan, untuk pengeposan kali terakhir ini, memang tidak ada komentar pembaca yang masuk begitu juga warita dari Negeri Adat Kariu.

Tetapi sebagai “tulisan penutup”, Redaksi AKLK memuat penindaian (scanning) sepucuk surat, dan diberi tajuk  (klik) Desa Kariu di Suatu Hari Minggu; atau simak Hlm A Buku-e IPR klik 11.

.

Selamat Membaca.

Bagitu do (Begitu dulu)

Danke banya lai (Terima kasih banyak, ya)

Amatoo (Dah)


Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR

Dari Redaksi AKLK

14 Januari 2012

Dahlan Iskan: Rakyat Berbisnis Bukan Negara—sebuah ajar untuk perdesaan

Aksi Demo Budiman Sudjatmiko dkk 12/1—generasi muda yang tak risi UUD 2002/ ’amandemen’ UUD 1945

Komentar Pembaca Prihandoyo Kuswanto—tentang Ketuhanan Yang Maha Esa

.

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku elektronik. Buku-e IPR. Edisi diperbarui, pengeposan 14 Januari 2012.

Untuk penjelasan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini, Silakan simak pengeposan pada 14 Mei 2011; dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini. Atau dengan klik Mei 2010 di boks Arsip di kolom kanan tampilan ini, atau klik ini.

Sama seperti pada pengeposan bulan lalu,  kali ini pun tidak ada ada warita (berita) singkat dari Negeri Adat Kariu (NAK) yang masuk. Sehingga bidasan (respons) Redaksi AKLK atas warita singkat dengan sendirinya tidak ada pula. 

Dahlan Iskan: Rakyat Berbisnis Bukan Negara—sebuah ajar untuk perdesaan (pariwara 1)

Tapi, sebagaimana pada pengeposan-pengeposan sebelumnya, untuk pariwara (iklan) Buku-e IPR kali ini, kami kutip sebuah warita (berita) tempo.co (11/1/2012) bertajuk Dahlan Iskan Ingin Swasta Kembangkan Mobil Esemka. Silakan simak HALAMAN-A klik 9  atau klik ini.

Pertanyaannya, apa hubungan warita tersebut dengan iklan Buku-e IPR. Jawabannya, Redaksi AKLK alaskan pada argumentasi berikut.

Pertama, Pak Dahlan yang kutipan bukunya Ganti Hati sudah mencagun (muncul) di blog ini bulan lalu, tak pelak lagi adalah salah seorang “pancasilais” dalam tindakannya—setidaknya yang diyakini Redaksi AKLK. Cuplikan bukunya itu, adalah salah satu wujud perangai “kepancasilaisan” beliau.

Dan, masih pada argumentasi butir pertama ini, Pak Dahlan—dalam ruang dan waktu berbeda—telah menerapkan ajar yang Julius Tahija petik selama berbisnis: “ … saya  mempelajari satu prinsip manajemen yang paling mendasar yaitu: organisasi membutuhkan paling tidak satu orang pemimpin senior yang secara finansial tidak tergantung pada perusahaan , orang yang dapat mengambil keputusan yang benar menurut hati nuraninya dan menghindari kesalahan.” (Buku Julius Tahija Melintas Cakrawala, Yayasan Tahija, 2011, hlm 348)

Artinya, dengan kecukupan materi hasil bisnisnya, pebisnis beretika tinggi macam Pak Dahlan maupun Pak Tahija juga Pak Djokowi misalnya, tidak “memerkaya diri” ketika (mumpung) menjadi Dirut PLN/Menteri Negara BUMN, CEO Caltex* atau Walikota Solo. Inilah salah satu perilaku yang diisyaratkan Pancasila ketika Bung Karno menjelaskan mengenai gotong royong atau masohi itu.

“Gotong royong” adalah faham yang dinamis, lebih dinamis dari “kekeluargaan”, Saudara-saudara! … Gotong royong adalah pembanting tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lupis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah gotong royong! (Untuk alinea lengkap kutipan ini silakan simak HALAMAN-A klik 4a atau klik ini) 

Kedua, perangai sejenis yang ditunjukkan Pak Dahlan adalah ketika selaku menteri (Menteri Negara BUMN/Badan Usaha Milik Negara) menanggapi mobil Esemka karya siswa-siswa sekolah menengah kejuruan di Kota Solo, Jawa Tengah. “Biar swasta saja yang berbisnis. Rakyat yang berbisnis. Bukan negara,” ujar beliau seperti ditulis tempo.co. Atau coba kita simak sealenia kutipan dari warita itu:

 “Masak BUMN terus yang bisnis,” Dahlan tak mau merinci apa maksud penjelasannya. Ia hanya mengaku engggan menjadikan proyek perusahaan pelat merah supaya masyarakat punya kesempatan mengembangkannya. “Sekali lagi Yang berbisnis itu seharusnya rakyat, bukan negara,” tutur mantan bos media Jawa Timur itu sebelum masuk lift.

Tentu saja butir 2 argumentasi Redaksi AKLK di atas, bisa diperdebatkan perihal kepancasilaisan Pak Dahlan. Tapi yang Redaksi AKLK “tafsirkan dan sekadar menyegarkan ingatan” dari ucapan Pak Dahlan itu, bahwa tidak semua usaha, urusan, atau bisnis mesti ditangani negara.

“Hanya” yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar hajat hidup rakyat banyak. Listrik, air, transportasi, kesehatan, pendidikan dan seterusnya itu seyogianya dipegang negara. Lamun (namun) di “hanya” inilah, setidaknya Redaksi pahami, justru yang diisyaratkan oleh Pancasila, ketika Bung Karno menyebutkan  demokrasi ekonomi mendampingi demokrasi politik dalam menyoal sila Keadilan Sosial. (Simak tanggapan Redaksi atas komentar Pembaca di HALAMAN-A klik 02 atau klik ini)

Jadi, ini yang seyogianya juga berlaku di perdesaan, termasuk pula di sebuah negeri adat.

Kepala pemerintah negeri adat yang—pinjam-adopsi ajar Pak Tahija di atas—secara finansial tidak tergantung pada negeri, jadinya tidak perlu mencari-cari usaha atau bisnis dengan alasan “mengentaskan kemiskinan negeri”.

Konkretnya, pemerintah negeri adat tidak perlu menangani sebuah usaha, sebuah proyek pertanian atau perikanan atau lainnya. Biarlah rayat (rakyat) negeri, pebisnis negeri yang (sudah ada) justru seyogianya didorong untuk lebih maju lagi. Atau dalam kalimat Arief Budiman (kilk ini): “Kita harus menyadari bahwa pembangunan itu sesungguhnya merupakan inisiatif dari seluruh rakyat.”

Tentu saja dalam batas-batas yang dinaungi (domain) peraturan negeri. Lantaran pebisnis—sejatinya mandiri—akan menghidupi paling sedikit dirinya dan keluarga; terlebih mereka yang mempekerjakan sesama rayat lainnya. Apalagi dari pemerintah pusat sendiri sudah memiliki program bertujuan memandirikan rakyat (perkotaan dan perdesaan) Indonesia: PNPM M (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri).

Dengan begitu, pemerintah negeri adat bisa lebih mencurahkan perhatian pada “revitalisasi” adat istiadat/masohi—yang sempat mandul cukup lama di era Soeharto. Soalnya pula, Redaksi AKLK berkeyakinan bahwa dengan lebih tegaknya adat istiadat, Maluku berpeluang besar (paling tidak) keluar dari 10 besar provinsi termiskin. (Simak pengeposan bulan lalu)

Aksi Demo Budiman Sudjatmiko dkk 12/1—generasi muda yang tak risi UUD 2002/’amandemen’ UUD 1945 (pariwara 2)

Masih mengiklankan Buku-e IPR, Redaksi merasa perlu mengutip warita kompas.com (11/1/2012) Kamis Besok, Belasan Ribu Orang Berunjuk Rasa Soal RUU Desa dan Agraria. Silakan simak HALAMAN-A klik 10 atau klik ini.

Mengapa?

Pasalnya, kita seyogianya tidak hanya memetik ajar dari hal-hal yang positif.  Lamun juga dari yang bersifat  keberatan atawa kritik kita atas orang/pihak lain. Redaksi AKLK dengan terpaksa harus menaruh keberatan atas demo akbar itu dengan salah satu pentolannya, aktivis kondang sejak era Soeharto Budiman Sudjatmiko (mantan Ketua Umum KPP PRD/Partai Rakyat Demokratik yang loncat ke PDI-P/Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan, membawanya menjadi anggota DPR RI/Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia; tanpa meninggalkan “hobi” lama: seorang demonstran; perilaku anomali [ketidaknormalan, penyimpangan--Eko Endarmoko, 2006] lainnya dari anggota DPR, yang entah direstui atau tidak oleh partai barunya itu).

Soalnya juga, demo Budiman dkk  (dan kawan-kawan) yang melibatkan ribuan orang dan pada waktu bersamaan nyaris tersebar ke seantero Nusantara itu, sepintas sungguh menjanjikan—lantaran salah satu tuntutannya menolak reformasi Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960. Tetapi setelah disimak lebih jauh warita itu, ternyata, maaf,  “sama juga bohong”!

Loh, kenapa?

Jawabannya sederhana saja. Budiman dkk tidak menyentuh sedikit pun UUD 2002 istilah Prof Sofian Effendi untuk ‘amandemen’ UUD 1945. Budiman dkk tidak risi sedikit pun dengan kehadiran UUD 2002 itu. (Simak/klik ini)

Padahal bagi Redaksi AKLK, mengabaikan UUD 2002 untuk sebuah demo akbar skala nasional semacam itu—menyoal desa dan agraria pula—di awal abad ke-21 ini (ketika proses polarisasi kekuatan politik dan ekonomi global mulai berjalan perlahan tapi makin pasti dengan tampilnya negara-negara BRIT/Brasil Rusia India Tiongkok)   adalah hal  sangat prinsipil tak bisa diterima, untuk tidak mengatakan fatal!

Artinya bagi Redaksi AKLK yang selama 3 tahun terakhir ini berkutat dengan sebuah desa adat Negeri Adat Kariu (NAK) atau Leamoni Kamasune, tuntutan hapusnya UUD 2002 sangat, sangat  mendesak.

Sebab, sulit dipungkiri bahwa UUD 2002 tersebut yang menurunkan UU No 32/2004  tentang Pemerintah Desa dengan seperangkat perda (peraturan)-perda turunannya di Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah (bernaungnya NAK) ujung-ujungnya ternyata–seperti payung hukumnya–juga tidak berpihak perdesaan. Dengan hal menonjol dari legalitas turunan itu, kemandirian raja sebagai Kepala Pemerintah Negeri Adat terpreteli oleh bosnya raja: camat dan bupati.

Jadi, hemat kami Redaksi AKLK, persoalannya bukan melulu di alokasi dana pemerintah pusat untuk perdesaan. Yang, maaf, malah berpotensi besar menjadi  “ajang bagi-bagi duit” di antara perangkat desa-camat-bupati ketika korupsi berjemaah tak pudar-pudar. Di samping “kekacauan” legalitas implementasi UUPA  berhulu pada UUD 2002 jualah yang sejatinya menjadi alasan UUPA itu harus dipertahankan.

Dan bila perdesaan sebagai tulang punggung perekonomian kita telah terporak-porandakan, maka carut-marut di seluruh sendi-sendi kehidupan negeri ini, adalah sebuah konsekuensi logis saja dari sebuah negara dengan 2 konstitusi yang diametral satu sama lainnya.

Maka, pada akhirnya, Redaksi AKLK dengan terpaksa menyatakan “selamat jalan”  bagi generasi muda Budiman dkk. Redaksi AKLK terpaksa harus menunggu lagi satu generasi berikutnya, untuk dengan “enteng” tanpa beban apapun menuntut keras: hapusnya UUD 2002!

Apakah harus sebegitu pupus asanya terhadap Budiman dkk?

Ya! Perkaranya, dengan segala keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang kami Redaksi AKLK miliki, hanya generasi muda yang sanggup berkata  “tidak!”  kepada  kekuatan di luar kita, kekuatan yang berdagang masih mengandalkan mesiu (baca: agresi/serangan dari suatu negara kepada negara lain [biasanya oleh negara yang kuat kepada negara yang kecil dan lemah]: JS Badudu, 2005)—sementara sudah hadir  negara (-negara), semisal BRIT, yang bisa berjaya lewat bisnis global tanpa mesiu—generasi muda inilah yang akan sanggup menghapus UUD 2002. Bertindak demi Pancasila dan UUD 1945 tanpa reserve  kecuali kejayaan dan kemandirian Indonesia sejati.

Kesanggupan macam inilah, dengan segala maaf, yang tidak dimiliki Budiman dkk.

Malah menyembul sebuah tanya besar: apa yang menyebabkan Budiman dkk tidak memiliki kesanggupan mengatakan “tidak” kepada kekuatan di luar kita itu?

Dan mungkin kita bisa saja saling bersilang pendapat berjam-jam menyoal sikap politik Budiman yang (pernah) mengklaim diri “kiri”. Tetapi ketika UUD 2002 tidak menjadi konsiderannya, maka teringatlah dan sadarlah kita bahwa begitu “warna-warni” yang namanya “kiri” itu.

Yang pasti Soekarno dengan “kiri”-nya itu yang menggali Pancasila dari bumi Indonesia, sampai perlu-perlunya ditumbangkan oleh kekuatan di luar kita itu. Para pembohong dan agresor di Irak dan Libia, begitu julukan Presiden Zimbabwe Mugabe untuk kekuatan di luar kita itu. Kekuatan yang masih saja konsisten menggapil (campur tangan) terutama atas negara-negara berkembang berlimpah sumber daya alam–sampai detik ini.

Empat dasawarsa sudah (!) pascaSoekarno ditumbangkan. Malah mencapai setengah abad lebih sejak pilot merangkap agen rahasia Allan Pope yang membom Ambon pada 18 Mei 1958 dalam mendukung pemberontakan melawan pemerintahan Soekarno. (Simak klik ini di Kronik LK-14 April 2009-VI)

Maka, sekali lagi. Adalah tugas generasi muda pascaBudiman dkk untuk menegakkan, mengembalikan apa yang sudah dibangun oleh Bapak-Bapak Pendiri republik  ini.

Sesuatu yang tidak mudah memang pun tidak dalam sekecap bahkan nyawa taruhannya.

Tapi kejayaan sebuah Indonesia yang berasaskan Pancasila adalah tak terelakkan.

Komentar Pembaca Prihandoyo Kuswanto—tentang Ketuhanan Yang Maha Esa

Di pengeposan ini termuat sebuah komentar (tepatnya ada 2 komentar, termasuk yang menyusul setelah pengeposan) dari Prihandoyo Kuswanto—tentang sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Redaksi AKLK menanggapinya dengan mengutip dua bagian pidato Soekarno Lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945. Masing-masing, pada bagian tentang Ketuhanan Yang Maha Esa yang waktu itu oleh Soekarno ditempat pada sila ke-5. Serta bagian tentang Keadilan Sosial yang merupakan sila ke-4.

Silakan simak HALAMAN-A klik 02 atau klik ini lalu simak di bagian bawah tulisan tersebut.

Selamat Membaca.

Bagitu do (Begitu dulu)
Danke banya lai (Terima kasih banjak ya)
Amatoo (Dah)

Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR

*Ternyata Pak Tahija menjadi kaya raya bukan dari Caltex tapi dari berbagai bisnisnya di luar Caltex.

Dan Caltex dibawah kepemimpinan Pak Tahija pernah menghasilkan minyak (1974) 1 juta bph (barel per hari). Jumlah yang tak pernah dicapai Indonesia lagi setelah itu. Malah melorot terus sampai hari ini dan menjadi penyebab Indonesia keluar dari organisasi negara-negara pengekspor minyak OPEC pada 2008.

Dari buku Melintas Cakrawala mafhumlah kita bahwa pajak $1 per barel bagi setiap perusahaan minyak yang diusulkan Presiden Bank Dunia McNamara (mantan Menteri Pertahanan Amerika) dan ditentang Pak Tahija tapi disetujui pemerintah Indonesia, adalah penyebab kemerosotan produksi minyak itu.

Banyak perusahan minyak yang enggan melakukan eksplorasi/pencarian ladang minyak baru. Atau malah hengkang ke negara lain. Padahal Pak Tahija telah menawarkan 1 milyar dolar AS sebagai alternatif pengganti pajak $1/barel, untuk upaya mencapai swasembada beras bahkan Indonesia bisa menjadi eksportir beras.

(Sebuah kejutan setidaknya bagi Redaksi AKLK, lantaran entah mengapa data sangat signifikan pajak $1 per barel tersebut sepengetahuan Redaksi AKLK tidak dilansir secara luas ke publik; yang kerap dipublikasikan oleh pemerintah adalah bahwa lifting [minyak siap jual] tidak mencapai target [yang juga sudah di bawah 1 juta bph itu tanpa pernah menjelaskan secara bayan/gamblang mengapa kemerosotan itu terus terjadi).

–<<>>–

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR . 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY!*

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

http://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  

** AKLK 41 – Kronik LK 

LEWAT

Warita Dahlan dan Mobil Esemka (tempo.co 11/1/2012)—sebuah ajar untuk perdesaan

Dan

Warita Aksi Demo Budiman Sudjatmiko dkk (kompas.com 12/1/2012): generasi muda yang tak risi UUD 2002/’amandemen’ UUD 1945

MENGAPA?

 PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT TINDAK DAHLAN ISKAN DAN AJAR DARI DEMO DI ATAS & SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN  DI IKLAN INI SEBELUMNYA: 

SOEKARNO, PROF SOFIAN EFFENDI, BUNG ARIEF BUDIMAN, PAK KIAI HASYIM MUZADI, TAJUK RENCANA KOMPAS-26/4/11, PAK YUDI LATIF, PAK JAKOB SUMARDJO, PAK KIKI SYAHNAKRI

YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA (MENYUSUL SURIAH?)

 

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

 

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisya.” (AKLK 3-Wawasan LK) 

              SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA 

SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN DI ATAS     

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR .

Dari Redaksi AKLK

14 Desember 2011

Dahlan Iskan Ganti Hati, Dalai Lama & Desi Anwar, Maluku Provinsi Termiskin ke-3

.

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku elektronik. Buku-e IPR. Edisi diperbarui, pengeposan 14 Desember 2011.

Silakan simak pengeposan pada 14 Mei 2011, dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini, untuk penjelasan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Sama seperti pada pengeposan bulan lalu,  kali ini pun tidak ada ada warita (berita) singkat dari Negeri Adat Kariu (NAK) yang masuk. Sehingga bidasan (respons) Redaksi AKLK atas warita singkat kali ini pun tidak ada.

Demikian pula, tidak  ada…  oh, ternyata ada komentar dari seorang pembaca… tapi sayangnya … seperti satu dua komentar sebelum ini, dengan berat hati tidak dimuat alias tidak dikomentari. Soalnya, singkat tapi tak padat … tak cukup bayan (gamblang) apa yang dimaui, senada celetukan. Jadinya, maaf.

Lamun (namun), masih serupa bulan lalu, untuk keperluan iklan Buku-e IPR kali ini, Redaksi AKLK mengacu pada cuplikan dari bukunya Dahlan Iskan Ganti Hati (JP BOOKS, Cetakan VIII, Juli 2008). Tentu saja waktu itu beliau belum menjabat Dirut PLN apalagi Menteri Negara BUMN.

Tapi lantaran di buku itu meski cuma beberapa kalimat menyinggung Pancasila, tepatnya seputar “perasan”-nya gotong royong, Redaksi AKLK merasa perlu mengutip seluruh bab atawa tulisan bernomor (3) dari buku tersebut. Perkaranya, kok pancasilais banget ya beliau. Tanpa perlu ikut-ikutan bikin polusi dengan jargon-jargon klise nan hampa. Macam “kita harus kembali ke nilai-nilai Pancasila”, “Kita harus menerapkan Pancasila dalam keseharian”–kecuali satu kata dan perbuatan seorang Dahlan Iskan.

Redaksi AKLK teringat salah satu kata kunci Dalai Lama sewaktu diwawancara pewarta Metro TV Desi Anwar (26/6/2010).

“Tapi bagi perorangan memiliki 1 agama 1 kebenaran itu penting, karena itu menjaga keyakinan Anda sendiri terhadap agama Anda. Tapi dalam hal komunitas, atau dalam hal kemanusiaan, ada banyak situasi berbeda. Jadi beberapa kebenaran, beberapa agama. Suka atau tidak, itulah kenyataannya. Kita manusia realistik, maka harus menerima kenyataan.” (Sumber: http://mayadewi.wordpress.com/2010/06/27/dalai-lama-sang-bijak/).

Jadi, untuk kesekian kalinya, Redaksi AKLK tak jemu-jemunya mengingatkan bahwa kita etnik/orang Ambon sepatutnya bangga, masohi adalah sebuah bentuk “sumbangsih” kita bagi Indonesia dan untuk dunia pula ujung-ujungnya.

Mengabaikan renovasi baileu (rumah adat) atau memerlakukan saniri negeri (desa adat) sebagai “mitra raja negeri”. Atau pandai bersilat lidah menyoal lingkungan tanpa menyentuh sedikit pun sasi. Atau bicara sampai ke tingkat dunia perihal “pela gandong” (yang semestinya “kekerabatan pela”) dengan “mencabutnya” dari sistem pemerintahan adat yang beralas masohi itu. Atau dalam satu kalimat “mengabaikan raja negeri sebagai puncak piramida kekuasan di sebuah negeri baik secara pemerintahan terlebih secara adat”. Kesemuanya itu adalah perilaku menyangkal diri kita sendiri.

Enam setengah dasawarsa usai kemerdekaan, Maluku yang berpopulasi kurang dari 2 juta jiwa, termasuk provinsi tua yang miskin.

(Data Badan Pusat Statistik/BPS pada 2010, Maluku adalah peringkat ke-3 provinsi termiskin–setelah Papua dan Papua Barat–dengan 27,74 % penduduk miskin pada total penduduk Maluku sekitar 1,5 juta jiwa; berarti lebih dari dua kali lipat persentase kemiskinan nasional 13,33 % untuk total penduduk Indonesia sekitar 237,6 juta jiwa;  tetapi nyaris tiga kali lipat Maluku Utara–provinsi baru–yang punya 9,42 % penduduk miskin pada total sekitar satu juta penduduk; http://www.bps.go.id/

Redaksi AKLK sengaja tidak menggunakan data BPS terkait untuk periode Maret 2010-Maret 2011, karena jumlah penduduk baik nasional maupun masing-masing provinsi tersebut tidak disebutkan. BPS  “hanya” menyebutkan terjadi penurunan kemiskinan tapi “tampaknya” jumlah penduduk yang digunakan adalah yang “lama” atau periode sebelumnya. Sesuatu yang mengherankan. Setidaknya bagi kita sebagai WNI tentunya mengharapkan ada penjelasan bayan dari BPS. Sebab, pertanyaan logisnya, jumlah terbarui penduduk belum ada kok bisa keluar persentase kemiskinan yang terbarui; jangan-jangan untuk konsumsi di luar domain BPS.)

Sementara sebuah yayasan pemberi beasiswa berkedudukan di Jakarta didirikan oleh para tokoh Maluku tingkat nasional, jelang usianya yang ke-40 pada 2012 nanti, telah ikut membantu 800-an sarjana strata 1, 2, maupun 3 asal atau setidaknya berpredikat “Maluku” yang berkiprah (sebagian besar) di Maluku. Sebuah jumlah cerdik pandai cukup lumayan, yang bisa menimbulkan tanda tanya juga debat berkepanjangan bila dihadapkan dengan kemelaratan provinsi tua ini.

Masohi memang bukan segala-galanya, bagi Maluku. Tapi dengan menyangkalnya, banyak hal menjadi tidak optimal untuk tidak mengatakan tertatih-tatih—setidaknya ini yang kami, Redaksi AKLK, yakini; dan BPS seolah mengamini.

Silakan simak cuplikan buku Pak Dahlan itu di Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E IPR (DIPERBARUI/UPDATED) klik 8, atau klik ini.

Selamat Membaca.
 
Bagitu do (Begitu dulu)
Danke banya lai (Terima kasih banjak ya)
Amatoo (Dah)

SELAMAT HARI NATAL & TAHUN BARU 2012

Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR

 

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY!*

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

http://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  

** AKLK 41 – Kronik LK 

LEWAT

Cuplikan Tulisan Dahlan Iskan dalam bukunya Ganti Hati:

(3) Banyak Yang Mendoakan Panjang-Panjang, Saya Berdoa Pendek

MENGAPA?

 

 PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT PEMIKIRAN DAHLAN ISKAN DI ATAS & SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN  DI IKLAN INI SEBELUMNYA: 

SOEKARNO, SOFIAN EFFENDI, SOEKARNO, ARIEF BUDIMAN, PAK KIAI HASYIM MUZADI, TAJUK RENCANA KOMPAS-26/4/11, PAK YUDI LATIF, PAK JAKOB SUMARDJO, PAK KIKI SYAHNAKRI

YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA

 

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

 

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisya.” (AKLK 3-Wawasan LK) 

              SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA 

SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN DI ATAS     

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

Dari Redaksi AKLK

14 November 2011

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku elektronik. Buku-e IPR. Edisi diperbarui, pengeposan 14 November 2011.

Silakan simak pengeposan pada 14 Mei 2011, dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini, untuk penjelasan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Pada pengeposan kali ini, tidak ada ada warita (berita) singkat dari Negeri Adat Kariu (NAK) yang masuk. Sehingga bidasan (respons) Redaksi AKLK atas warita singkat kali ini pun tidak ada.

Juga tidak ada komentar dari pembaca.

Lamun (namun) untuk keperluan iklan Buku-e IPR kali ini, Redaksi AKLK mengacu pada cuplikan tulisan Soekarno Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme. Sebuah tulisan yang dimuat di koran Suluh Indonesia Muda pada 1926. Dan yang Redaksi AKLK kutip dari buku Dibawah Bendera Revolusi  oleh Ir. Soekarno Djilid Pertama Tjetakan Keempat, Panitya Penerbit Dibawah Bendera Revolusi 1965.

Tulisan yang oleh banyak kalangan diyakini merupakan “cikal bakal” dari pidato “Lahirnya Pancasila”–kemudian menjadi dasar negara kita tercinta ini.

Silakan simak Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E IPR (DIPERBARUI/UPDATED) klik 7 atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/7-soekarno-nasionalisme-islamisme-dan-marxisme/

Perlu Redaksi AKLK jelaskan, bahwa secara bertahap—seperti janji Redaksi AKLK—Buku-e IPR ini (terus) disempurnakan. Kali ini, di kolom kanan pada Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E IPR (DIPERBARUI/UPDATED) ditambahkan/dipindahkan tulisan terkait Pancasila yang sudah pernah dimuat atau setidaknya pernah dicantumkan alamat link-nya.

Ada 3 tulisan, silakan simak Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E IPR (DIPERBARUI/UPDATED)

Kiki Syahnakri Ancaman Kebijakan Salah, klik 01 atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/3a-kiki-syahnakri-ancaman/

Jakob Sumardjo Makna Kesatuan Indonesia, klik 02 atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/02-jakob-sumardjo-makna-kebinekaan/

Yudi Latif Kembali ke Pancasila, klik 03 atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/03-yudi-latief-kembali-ke-pancasila/

Selamat Membaca.

Bagitu do (Begitu dulu)
Danke banya lai (Terima kasih banjak ya)
Amatoo (Dah)
 
Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR
 
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY!*

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

http://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  

** AKLK 41 – Kronik LK 

LEWAT

Cuplikan Tulisan Soekarno:

Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme

MENGAPA?

 

 PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT PEMIKIRAN SOEKARNO DI ATAS & SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN  DI IKLAN INI SEBELUMNYA: 

SOFIAN EFFENDI, SOEKARNO, ARIEF BUDIMAN, PAK KIAI HASYIM MUZADI, TAJUK RENCANA KOMPAS-26/4/11, PAK YUDI LATIF, PAK JAKOB SUMARDJO, PAK KIKI SYAHNAKRI

YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA

 

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

 

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisya.” (AKLK 3-Wawasan LK) 

              SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA 

SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN DI ATAS     

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

Dari Redaksi AKLK

14 Oktober 2011

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku elektronik. Buku-e IPR. Edisi diperbarui, pengeposan 14 Oktober 2011.

Silakan simak pengeposan pada 14 Mei 2011, dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini, untuk penjelasan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Pada pengeposan kali ini, ada warita (berita) singkat dari Negeri Adat Kariu (NAK): Proyek Pompa Air Tanah Tenaga Surya NAK Gagal Mendapatkan Air.

Bidasan (respons) Redaksi AKLK atas warita singkat kali ini adalah berupa sebuah tulisan utuh dari DR Arief Budiman bertajuk “Menampung Aspirasi Masyarakat Lapisan Bawah” termuat di majalah Prisma No.4, Tahun XVII 1998, Penerbit LP3ES, Jakarta.

Arief—yang buah pikirannya sudah mencagun (muncul) beberapa kali di Buku-e IPR ini—saat itu adalah Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Satya Wacana, Salatiga.

Dari Redaksi AKLK sendiri tidak ada bidasan atau tanggapan lain, dan berharap tulisan Arief tersebut mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca umumnya, khususnya bagi masing-masing kita yang berkomitmen, berikhtiar membantu negeri tercinta Leamoni Kamasune.  Silakan simak Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E IPR (DIPERBARUI/UPDATED) klik 6 atau klik

https://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-buku-e-ipr/6-bidasan-redaksi-dr-arief-budiman-menampung-aspirasi-masyarakat-lapisan-bawah/

Memang ada sebuah komentar yang masuk ke Redaksi AKLK dan sebenarnya cukup baik sebagai sebuah masukan. Lamun (namun) Redaksi AKLK menyayangkan, kritik pembaca dimaksud terkait suntingan salah satu bidasan Redaksi AKLK itu, hanya terdiri dari beberapa patah kata. Jadinya, terpaksa tidak dimuat. Masalahnya juga, sulit bagi Redaksi AKLK untuk menanggapinya secara teknis detail. Media ini percaya bahwa kemajuan teknologi yang salah satu dampaknya (positif) banyak hal serba praktis, tidak serta merta semua hal perlu dibuat ringkas lalu esensi pun ikut dikorbankan.

Dan, seperti pada pengeposan-pengeposan sebelumnya, untuk keperluan iklan Buku-e IPR, Redaksi AKLK mengutip utuh tulisan dari  Yonky Karman, Pengajar di Sekolah Tinggi Teologia, Jakarta, bertajuk “Negara Pancasila”. Tulisan yang dilansir Kompas (1/10/2011) sehari setelah 46 tahun peristiwa Gerakan 30 September—awal “Kudeta Merangkak” atas Soekarno oleh Soeharto yang (kemudian) memandulkan adat istiadat orang Ambon lewat UU No 5/1979 tentang Pemerintah Daerah. Silakan simak Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E IPR (DIPERBARUI/UPDATED) klik 6a atau klik

https://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-buku-e-ipr/6a-yonky-karman-negara-pancasila/ 

Selamat Membaca.

Bagitu do (Begitu dulu)
Danke banya lai (Terima kasih banjak ya)
Amatoo (Dah)
Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY!*

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

http://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK 

LEWAT

Pemikiran Yonky Karman:

Negara Pancasila

MENGAPA?

 

 PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT PEMIKIRAN YONKY KARMAN DI ATAS & SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN  DI IKLAN INI SEBELUMNYA: 

SOFIAN EFFENDI, SOEKARNO, ARIEF BUDIMAN, PAK KIAI HASYIM MUZADI, TAJUK RENCANA KOMPAS-26/4/11, PAK YUDI LATIF, PAK JAKOB SUMARDJO, PAK KIKI SYAHNAKRI

YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA

 

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

 

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisya.” (AKLK 3-Wawasan LK) 

              SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA 

SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN DI ATAS     

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

Dari Redaksi AKLK

14 September 2011

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku elektronik. Buku-e IPR. Edisi diperbarui, pengeposan 14 September 2011.

Silakan simak pengeposan pada 14 Mei 2011, dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini, untuk penjelasan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Pada pengeposan kali ini, ada warita (berita) singkat dari Negeri Adat Kariu (NAK): Batalnya Pembangunan Pastori GPM Ebenhaezer NAK. Bidasan (respons) Redaksi AKLK atas warita ini bertajuk “Ketika Non Muslim Menjadi Mayoritas, Pemimpin Umat yang Membangkang NKRI; Masohi yang Diabaikan,  Sejumlah Tanya untuk GPM”. Termasuk, di luar kebiasaan Redaksi AKLK selama ini, ada warita terbaru pascapengeposan, Perusakan Patung-Patung Wayang di Purwakarta, Jawa Barat (18/9/11). Silakan simak Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E klik 5, atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/5-bidasan-redaksi-14-sep-11/.

Ada sebuah komentar dari pembaca Sunnyjangkang. Di mana Redaksi AKLK sekalian memberikan Masukan untuk Pertemuan Pemuda Dunia: ‘jual” masohi  serta sebuah catatan pendek Konflik Ambon 11/9/11, Skenario Gagalkan Pertemuan Pemuda Dunia (baca: masohi/Pancasila)? Silakan simak Hlm C-ISI BUKU-E IPR (TULISAN) klik 18-Wawasan LK, atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/dari-redaksi-14-nov-2009/18-wawasan-leamoni-kamasune-14-november-2009/

lihat bagian bawah tulisan, di Komentar.

Lalu, pada pengeposan kali ini untuk keperluan iklan Buku-e IPR, Redaksi AKLK mengutip utuh tulisan dari Prof Dr Sofian Effendi, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, “Solusi Mengatasi Krisis Konstitusi Pascaamandemen UUD 1945”.

Silakan simak Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E IPR klik 5a atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/5a-prof-dr-sofian-effendi-solusi-mengatasi-krisis-konstitusi-pascaamandemen-uud-1945/.

Sebuah tulisan seorang jauhari (cendekiawan) yang meski relatif bukan baru (2006), ternyata tetap aktual. Soalnya, dari tulisan Prof Sofian tersebut mafhumlah kita bahwa ternyata hari-hari ini republik ini memiliki 2 konstitusi. Ada amandemen UUD 1945—produk MPR 1999-2004–yang ternyata cacat hukum maka disebut UUD 2002, dan ada UUD 1945 yang belum pernah dibatalkan.

Bagi Redaksi AKLK, suka tidak suka, setuju tidak setuju, inilah biang keladi kekisruhan, carut marut republik tercinta hari-hari ini. Terlebih Prof Sofian menyebut UUD 2002 itu “menerapkan landasan dan semangat demokrasi  liberal dan ekonomi kapitalistis”; hal yang sudah ditengara baik oleh Kiki Syahnakri maupun Arief Budiman. Hal yang, menurut hemat Redaksi AKLK, melahirkan UU No.32/2004 beserta seperangkat peraturan daerah turunannya di Maluku Tengah, Maluku, tidak berpihak negeri adat.

Selamat Membaca.

Bagitu do (Begitu dulu)
Danke banya lai (Terima kasih banjak ya)
Amatoo (Dah)
Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY!*

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

http://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK 

LEWAT

Pemikiran Prof DR Sofian Effendi:

Solusi Mengatasi Krisis Konstitusi Pascaamandemen UUD 1945

MENGAPA?

 

 PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT PEMIKIRAN SOFIAN EFFENDI DI ATAS & SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN  DI IKLAN INI SEBELUMNYA: 

SOEKARNO, ARIEF BUDIMAN, PAK KIAI HASYIM MUZADI, TAJUK RENCANA KOMPAS-26/4/11, PAK YUDI LATIF, PAK JAKOB SUMARDJO, PAK KIKI SYAHNAKRI

YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA

 

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

 

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisya.” (AKLK 3-Wawasan LK) 

              SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA 

SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN DI ATAS     

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

Dari Redaksi AKLK

14 Agustus 2011

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku elektronik. Buku-e IPR. Edisi diperbarui, pengeposan 14 Agustus 2011.

Silakan simak pengeposan pada 14 Mei 2011, dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini, untuk penjelasan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Pada pengeposan kali ini, ada warita (berita) singkat dari Negeri Adat Kariu (NAK): Berpulangnya Mantan Kades (Kepala Desa) Kariu Zakaria Salaka. Berikut bidasan (respons) Redaksi yang menyoal para Raja NAK sebelumnya atau tepatnya menurunkan sebuah catatan atas leluhur orang Kariu. Simak Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E klik 4, atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/4-bidasan-redaksi-14-agustus-11/.

Ada sebuah komentar dari pembaca Bambang Adi S. Silakan simak Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E IPR klik 2b, atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/6-foto-dahono-fitrianto-mencegah/.

Dan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66 pada 17 Agustus 2011, Redaksi AKLK mengutip beberapa alinea menjelang penutup dari pidato Soekarno “Lahirnya Pancasila”.

Cuplikan ini Redaksi AKLK maksudkan sekadar menyegarkan ingatan Pembaca Budiman tentang makna Gotong Royong atau Masohi (Bahasa Indonesia serapan dari bahasa Melayu Ambon) yang merupakan “perasan terakhir” Pancasila. Serta “Indonesia Merdeka yang digembleng dalam api peperangan…” Sitiran dari pemikiran sang penggali Pancasila itu sendiri. Silakan simak Hlm A-LAMPIRAN BUKU-E IPR klik 4a, atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/4a-cuplikan-pidato-soekarno-lahirnya-pancasila/.

Sekaligus, maaf,  Soekarno Redaksi AKLK angkat dalam iklan Buku-e IPR di bawah ini.

Selamat Membaca.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66!

Bagitu do (Begitu dulu)
Danke banya lai (Terima kasih banjak ya)
Amatoo (Dah)
Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY!*

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

http://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK 

LEWAT

(CUPLIKAN) PIDATO SOEKARNO:

LAHIRNYA PANCASILA

MENGAPA?

 

 PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT (CUPLIKAN) PIDATO SOEKARNO DI ATAS & SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN  DI IKLAN INI SEBELUMNYA: 

ARIEF BUDIMAN, PAK KIAI HASYIM MUZADI, TAJUK RENCANA KOMPAS-26/4/11, PAK YUDI LATIF, PAK JAKOB SUMARDJO, PAK KIKI SYAHNAKRI

YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA

 

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

 

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisya.” (AKLK 3-Wawasan LK) 

              SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA 

SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN DI ATAS     

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

Dari Redaksi AKLK

14 Juli 2011

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku elektronik. Buku-e IPR. Edisi diperbarui, pengeposan 14 Juli 2011.

Silakan simak pengeposan pada 14 Mei 2011, dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini, untuk penjelasan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Pada pengeposan kali ini, ada warita (berita) singkat dari Negeri Adat Kariu (NAK): seputar Raskin, beras untuk masyarakat miskin. Khususnya Realisasi Raskin NAK Kwartal I 2011 dan Rencana Raskin Kwartal II 2011. Silakan simak bidasan (respons) Redaksi AKLK di

Halaman A-Lampiran Buku-e IPR … klik atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/3-bidasan-redaksi-14-juli-11/.

Dan ada sebuah komentar dari seorang pembaca Agung Nugroho. Komentar ini menginspirasikan Redaksi AKLK untuk dua hal.

Satu, memuat utuh tulisan Kiki Syahnakri lainnya “Ancaman Kebijakan Salah”.

Dua, bidasan Redaksi khususnya atas sepotong komentar Agung, “membangun kembali karakter bangsa”, tanggapannya terhadap tulisan Kiki Syahnakri. Sepotong komentar ini justru menjadi pokok ulasan dalam sebuah makalah Dr Arief Budiman. Jadinya, bidasan Redaksi AKLK untuk komentar pembaca kali ini mengacu pada (cupilkan) makalah tersebut.

Makalah Arief dimaksud “Menciptakan Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik, Masalah Ilmu Sosial dan Proses Regenerasi”. Disampaikan pada Seminar Nasional Kualitas Manusia dalam Pembangunan, Palembang, 19-22 Maret 1984, penyelenggara: Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIS).

Silakan simak komentar Agung Noegroho dan bidasan Redaksi AKLK berikut (cuplikan) makalah Dr Arief Budiman itu di

Halaman A-Lampiran Buku-e IPR … klik 1b atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/3-kiki-syahnakrimatinya/.

Sementara tulisan Kiki Syahnakri dimaksud di atas dapat disimak pada

Halaman A-Lampiran Buku-e IPR … klik 3a atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/3a-kiki-syahnakri-ancaman/.

Kini giliran (cuplikan) makalah Dr Arief Budiman itu yang diangkat dalam iklan Buku-e IPR–seperti terpampang di bawah ini.

Bagitu do (Begitu dulu)
Danke banya lai (Terima kasih banjak ya)
Amatoo (Dah)
Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR


iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY!*

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

http://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK 

LEWAT

(CUPLIKAN) MAKALAH DR ARIEF BUDIMAN

MENCIPTAKAN MASA DEPAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK,

MASALAH ILMU SOSIAL DAN PROSES REGENERASI

 

MENGAPA?

 

 PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT (CUPLIKAN) MAKALAH ARIEF DI ATAS & SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN  DI IKLAN INI SEBELUMNYA: 

PAK KIAI HASYIM MUZADI, TAJUK RENCANA KOMPAS-26/4/11, PAK YUDI LATIF, PAK JAKOB SUMARDJO, PAK KIKI SYAHNAKRI


YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA

 

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

 

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisya.” (AKLK 3-Wawasan LK) 

              SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA 

SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN DI ATAS     

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 


Dari Redaksi AKLK

14 Juni 2011

Pembaca Budiman blog AKLK (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku-elektronik. Buku-e IPR. Edisi diperbarui, pengeposan 14 Juni 2011.

Silakan simak pengeposan bulan lalu 14 Mei 2011, dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini, untuk penjelasan lebih lanjut seputar Buku-e IPR ini.

Kali ini, pada pengeposan ini, ada beberapa hal yang mencagun (muncul).

Pertama, ada sebuah komentar dari seorang pembaca Alen Noija. Silakan simak komentar Alen dan bidasan (respons) Redaksi AKLK di

(klik) Halaman A – Lampiran Buku-e IPR atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/.

Kedua, ada warita (berita) singkat dari Negeri Adat Kariu (NAK). Pada awal bulan Juni ini, dimulai pekerjaan renovasi atap Rumah Raja. Bersamaan pada bulan ini pula genap 6 tahun rayat Kariu kembali ke Leamoni Kamasune dari pengungsian selama 6 tahun lebih (14 Februari 1999 – 6 Juni 2005) di Tihunitu. Sebuah kawasan, petuanan dari pela gandong Negeri Aboru, terletak seputar pesisir timur-tenggara Pulau Haruku.

Sehingga, bidasan atas warita singkat renovasi atap Rumah Raja itu, Redaksi AKLK manfaatkan untuk “Usulan Pelestarian Rumah Raja Negeri Adat Kariu”.

Maksudnya, Redaksi AKLK lewat bidasan tersebut mengusulkan pelestarian sisa-sisa reruntuhan Rumah Raja akibat penyerangan yang meluluhlantakkan Leamoni Kamasune pada Minggu pagi 14 Februari 1999. “Zaman Vlaming Jilid 2”, Redaksi AKLK menyebutnya.

Sisa-sisa reruntuhan Rumah Raja yang aslinya adalah bagian utara rumah. (Bagian selatan kini dihuni Raja NAK dan Isteri serta dalam proses renovasi atap itu). Sisa-sisa reruntuhan yang sampai saat ini masih tegak berdiri. Seperti undakan memasuki rumah, pilar-pilar, dinding-dinding tak utuh dari kamar-kamar tidur, dan seterusnya.

Usulan pelestarian yang terinspirasi tulisan pewarta Kompas Dahono Fitrianto bertajuk “Mencegah Dunia Lupa” (Kompas, 29/4/11). Dahono yang berkunjung ke Hiroshima Peace Memorial Park, Rabu (16/3/2011)–beberapa hari setelah timur laut Jepang dilanda tsunami dahsyat–menyaksikan Monumen Perdamaian Hiroshima dan Kubah Bom Atom Hiroshima, di Hiroshima, Jepang. Dan menulis tentang para hibakusha, julukan bagi korban yang selamat dari tragedi bom atom, mereka yang berupaya seperti judul tulisan Dahono itu.

Untuk detail usulan pelestarian  Rumah Raja dimaksud silakan simak di

Halaman A-Lampiran Buku-e IPR klik 2 atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/1725-2/.

Juga Redaksi AKLK kutip secara utuh tulisan Dahono sebagai acuan utama usulan tersebut, simak

Halaman A-Lampiran Buku-e IPR klik 2a atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/5-dahono-fitrianto-mencegah/.

Ketiga, pada 1 Juni 2011 lalu, tepat 66 tahun usia Pancasila, ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, dasar negara yang digali oleh Soekarno.

Hari lahir Pancasila itu diperingati secara nasional. Redaksi AKLK pun, ikut memeringati. Apalagi sebagai “penunggu” Buku-e IPR, seperti Pembaca Budiman bisa simak dalam pengeposan-pengeposan belakangan ini, gencar mengiklankan Buku-e IPR lewat isu “kembali ke Pancasila & UUD 1945 asli”.  Isu dimaksud yang, setidaknya menurut Redaksi AKLK, kini menggelinding–atau setidaknya perlu terus digelindingkan–bak bola salju oleh lontaran pemikiran-pemikiran dari kalangan para jauhari atau kaum cerdik pandai berlatar belakang berbagai disiplin ilmu termasuk politikus.

Di samping ada kebanggaan tersendiri paling tidak bagi Redaksi AKLK sebagai (sekelompok kecil) etnik/orang Ambon, ketika menyadari (kembali) bahwa gotong royong–perasan terakhir Pancasila–dalam bahasa Melayu Ambon disebut masohi.

Terlebih adalah Soekarno sendiri yang menggagas dan memberi nama sebuah kota baru di daratan Nama, pesisir Selatan Pulau Seram: Masohi (1957). Kota yang kini menjadi  Ibukota Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kawasan asalnya sebagian besar etnik Ambon. Sementara Pulau Seram dipercayai (sebagian besar) orang Ambon sebagai pulau asal (muasal) para leluhur mereka.

Lamun (namun) dalam konteks peringatan Pancasila dimaksud. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono dan kedua mantan Presiden RI sebelumnya BJ Habibie serta Megawati Soekarnoputeri—yang berpidato khusus menyambut peringatan tersebut–, Redaksi AKLK hanya mengutip komentar dari mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Muzadi. Kutipan yang bersumber pada Kompas.com (1/6/11) bertajuk “Hasyim: Ada Kendala Tegakkan Pancasila”. Artinya, komentar Hasyim itu Redaksi AKLK angkat untuk mengiklankan Buku-e IPR dalam pengeposan kali ini.

Warita Kompas.com terkait tokoh NU  itu Redaksi muat utuh di

Halaman Lampiran Buku-e IPR klik 2b atau klik

http://kariuxapakabar.wordpress.com/lampiran-bulek-ipr/6-foto-dahono-fitrianto-mencegah/.

Selamat membaca dan Selamat Hari Lahir Pancasila ke-66, 1 Juni 2011.

Bagitu do (Begitu dulu)
Danke banya lai (Terima kasih banjak ya)
Amatoo (Dah)
Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR
 
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY! *

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

http://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK 

LEWAT

KOMENTAR  KH HASYIM MUZADI

DI WARITA KOMPAS.COM (1/6/2011) BERTAJUK

HASYIM: ADA KENDALA TEGAKKAN PANCASILA 

MENGAPA?

PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT  KOMENTAR PAK KIAI HASYIM MUZADI DI ATAS & SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN  DI IKLAN INI SEBELUMNYA:

TAJUK RENCANA KOMPAS-26/4/11, PAK YUDI LATIF, PAK JAKOB SUMARDJO, PAK KIKI SYAHNAKRI

YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisya.” (AKLK 3-Wawasan LK) 

SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA

SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN DI ATAS

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 


Dari Redaksi AKLK

14 Mei 2011

Pembaca Budiman blog AKLK  (Apa Kabar Leamoni Kamasune),

Selamat Datang di blog yang kini menjadi buku-e, buku elektronik. Buku-e IPR, begitu namanya. Edisi diperbarui, pengeposan 14 Mei 2011. Silakan simak pengeposan 14 Desember 2010, dengan mengarahkan kursor atau menggulirkan ke arah bawah tampilan ini, untuk keterangan lebih lanjut seputar Buku-e IPR.

Kali ini, ada yang berbeda.

Pertama, sejak pengeposan ini, Redaksi AKLK sendiri yang (kembali) menjadi “penunggu” Buku-e IPR ini.

Artinya, setiap tanggal 14 setiap bulan, Redaksi AKLK akan mencagun (muncul). Baik menyapa Pembaca Budiman, seperti tulisan ini, maupun membidas (merespons) komentar atas Buku-e IPR seperti pada pengeposan-pengeposan sebelumnya. Atau bisa juga bidasan (respons) atas warita (berita) singkat dari NAK.

Termasuk, oleh pertimbangan tertentu, memuat warita NAK. Kesemuanya itu, tentunya kalau ada informasi yang sampai di Redaksi AKLK. Di samping, masih tetap dalam konteks Buku-e IPR atau paling tidak bertalian tak langsung dengannya. Dengan kata lain kesemuanya itu menjadi ikhwal “diperbarui/updated” dari Buku-e IPR ini.

Dan kesemuanya itu pula, ini yang Kedua, dimuat dalam halaman baru:  A-LAMPIRAN BUKU-E IPR (DIPERBARUI/UPDATED).

Pada pengeposan ini, tidak ada komentar yang masuk. Lamun (namun) ada bidasan dari Redaksi AKLK terkait warita raskin (beras untuk masyarakat miskin) jatah NAK tahun 2011. Bidasan yang berujung “jasmerah” (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah; tajuk pidato kenegaraan terakhir Soekarno 17/8/1966). Dalam hal ini dari sebuah catatan sejarah: perjuangan Pattimura melawan kolonial Belanda.

Bahwa ada ajar, petunjuk yang dipetik dari sejarah perjuangan Pattimura itu. Sejatinya perjuangan berlanjut dalam ruang waktu berbeda tapi pada alas semangat yang sama. Bukan semata perjuangan otot parang-salawaku vs bedil-bayonet. Lamun, perjuangan lanjutan atas alas semangat kakehan, masohi (gotong royong) ketika, mengutip Kiki Syahnakri (“Matinya Keindonesiaan Kita”), gen darah Pancasila tertransplantasi gen darah demokrasi liberal. Darah serupa yang dimiliki kolonial jadul (jaman dulu) itu.

Perlawanan macam ini, setidaknya menurut hemat Redaksi AKLK, sejatinya memaknai perjuangan Pattimura dalam kekinian, hari-hari ini di Nusantara ini. Terlebih di kawasan asalnya etnis/orang Ambon.

Dan paralel dengan greget, semangat Pak Kiki Syahnakri, iklan Buku-e IPR di bawah ini mengangkat Tajuk Rencana Harian Kompas 26 April 2011 Komitmen terhadap Pancasila.

Selamat membaca dan Selamat Hari Pattimura ke-194, 15 Mei 2011.

Bagitu do (Begitu dulu)
Danke banya lai (Terima kasih banjak ya)
Amatoo (Dah)
Redaksi AKLK “Penunggu” Buku-e IPR
 
 
iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 

BACALAH BUKU-E IPR INI

INGIN PRO RAKYAT?

INGIN BERANTAS KORUPSI?

MULAILAH DARI DESA (KARIU), PAK SBY! *

NAK: Wajah Suram Sebuah Desa Indonesia**

Buku-e IPR

Kumpulan Tulisan Blog Apa Kabar Leamoni Kamasune

http://kariuxapakabar.wordpress.com

14 Februari 2009-14 November 2010

Penerbit: Redaksi Apa Kabar Leamoni Kamasune

14 Desember 2011

  * AKLK 14 – Wawasan LK  
** AKLK 41 – Kronik LK 

LEWAT

TAJUK RENCANA HARIAN KOMPAS 26 APRIL 2011

KOMITMEN TERHADAP PANCASILA

 

MENGAPA?

PASALNYA, ORANG AMBON DENGAN MASOHI (GOTONG ROYONG; KOTA BARU OLEH SOEKARNO 1957)

MESTINYA BANGGA DAN MENJADI SALAH SATU DI ANTARA BARISAN TERDEPAN

PARA PEGIAT UNTUK KEMBALI KE PANCASILA-UUD 1945 ASLI

YANG MENGGELINDING/PERLU TERUS DIGELINDINGKAN BAK BOLA SALJU

LEWAT  TAJUK RENCANA KOMPAS DI ATAS & SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN  DI IKLAN INI SEBELUMNYA:

PAK YUDI LATIF, PAK JAKOB SUMARDJO, PAK KIKI SYAHNAKRI

YANG JANGAN-JANGAN MALAH SELANGKAH LEBIH MAJU DARI KISRUH DI TIMUR TENGAH & LIBIA

SAMBIL MENCOBA MERENUNG ULANG PESAN PEJUANG MALUKU JOHANNES (NANI) LATUHARHARY:

“…banyak orang Maluku tidak sadar mengenai daerahnya. Tidak banyak yang mengerti bahwa mereka dengan sengaja dipisahkan dari tata kehidupan dan kebudayaannya. Tidak banyak yang memahami permasalahan sosial dan ekonomisya.” (AKLK 3-Wawasan LK) 

SOALNYA JUGA, BUKU-E IPR INI PUNYA GREGET, SEMANGAT SERUPA

SEDERETAN PEMIKIRAN BERBAGAI KALANGAN DI ATAS

KETIKA MENYOROT

TEGAKNYA ADAT ISTIADAT DI SEBUAH NEGERI ORANG AMBON

BAK MENEGAKKAN BENANG BASAH

iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Buku-e IPR iklan Bulek IPR 



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.